Museum DPR Harus Jadi Tempat Menyenangkan Bagi Generasi Muda

Sekretariat Jenderal (Sekjen) Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI Indra Iskandar foto bersama usai memberi sambutannya di seminar daring dalam rangka Hari Museum Internasional 2022 dengan Tema “The Power Of Museums”, yang diselenggarakan oleh Museum DPR RI, Senayan, Jakarta. (dpr.ri)

JAKARTA – Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar, mengungkapkan bahwa tantangan bagi Museum di Indonesia, khususnya Museum DPR RI yakni harus mampu  menjadi tempat yang menyenangkan dan bermain bagi generasi muda.

Ia mengharapkan pada peringatan hari Museum internasional hari ini harus dimaknai sebagai fungsi yang harus dijalani dengan baik oleh Museum DPR, baik dari sisi pelayanan, koleksi, maupun dari sisi komunikasi ke publik. 

“Dan Museum DPR selalu konsisten dalam menjalankan fungsinya tersebut dengan baik, yakni sebagai tempat edukasi bagi masyarakat. Khususnya yang terkait perjalanan parlemen Indonesia,” ujar Iskandar dalam sambutannya di seminar daring dalam rangka Hari Museum Internasional 2022 dengan Tema “The Power Of Museums”, yang diselenggarakan oleh Museum DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Tak dapat dipungkiri, museum kerap dianalogikan sebagai sebuah tempat yang menyeramkan. Hal itu menurut Indra menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola museum DPR dan museum-museum lainnya di Indonesia untuk menjadikan museum sebagai tempat yang menyenangkan khususnya bagi generasi muda. Dengan koleksi-koleksi yang ada di museum menjadi pelajaran bagi generasi muda akan sejarah masa lalu, masa kini dan untuk kehidupan di masa yang akan datang.

Selain itu, lanjut Indra, Pandemi covid-19 yang dialami oleh sebagain besar masyarakat dunia itu memang telah menyurutkan bahkan menghentikan kunjungan secara fisik masyarakat ke museum-museum. Namun hal itu justru meningkatkan kunjungan secara virtual masyarakat ke museum-museum. International Council Museum (ICOM) merilis aktivitas digital museum di 107 negara yang justru meningkat 15 persen di awal Pandemi hingga April 2021. Tiga besar jenis aktivitas digital yang dilakukan oleh museum, adalah: penggiatan media sosial, nawala (newsletters), dan katalog koleksi daring.

“Krisis pandemi covid-19 menjadi pemicu inovasi penting, terutama penciptaan bentuk-bentuk baru dari pengalaman dan penyebaran budaya, yakni lewat teknologi digital. Berinovasi dalam digitalisasi dan aksesibilitas menjadikan museum sebagai tempat bermain yang inovatif. Berbagai koleksi museum dapat menjadi sumber belajar yang menyenangkan. Bahkan kini banyak museum menggunakan teknologi baru yang dapat dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi tantangan baru bagi Museum DPR RI. Dan kami berharap museum DPR akan bisa menjawab tantangan tersebut dengan baik,” paparnya. =MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.