DBD Mengancam Desa Kanomoan, Warga Minta di Fogging

CIANJUR—Sedikitnya dua orang anak warga Kampung Cipadang 01/04 dan Kampung Bebedahan Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, positif menderita demam berdarah dengue (DBD). Berdasarkan hasil pemeriksaan hematologi rutin dr Heka Mayasari dari RS Dr Hafiz (RSDH) Cianjur. Hingga saat ini, kedua anak tersebut, masih dalam perawatan intensif RS Dr Hafiz Cianjur.

Informasi yang berhasil dihimpun pakuanraya.com, peristiwa tersebut berawal dari adanya permintaan warga agar diadakan penyemprotan fogging. Pasalnya, fogging dinyakininya dapat mengantisipasi penyebaran demam berdarah. Karena, pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti menjadi semakin intens dilakukan. “Memang fogging efektif dalam mengendalikan populasi nyamuk, karena tindakan pengasapan dengan bahan pestisida, bertujuan untuk membunuh nyamuk. Oleh karena itu, fogging efektif dalam pengendalian populasi nyamuk. Namun, meski banyak nyamuk dewasa yang terbunuh, larva masih hidup dalam air,” kata Kepala Puskesmas Cabang Pembantu (Pustu) Desa Kanoman, Wahyudin kepada wartawan ( 04/05/2021).

Menurutnya, demam berdarah dengue (DBD) ini, salah satu penyebab kematian anak yang cukup tinggi di Indonesia. Penyakit ini dibawa oleh virus “Dengue” melalui perantara nyamuk betina dari jenis Aedes aegypti yang memiliki reputasi cukup mengerikan. Sekedar untuk diketahui saja bahwa DBD memilik derajaat keparahan. “Karena anak dengan DBD derajat ringan mungkin masih bisa dirawat di rumah. Akan tetapi, orang tua perlu mengerti terlebih dahulu gejala terhadap tanda bahaya yang perlu diwaspadai dari penyakit DBD tersebut. Biasanya, gejala DBD mulai dirasakan anak sekitar 4–10 hari setelah digigit nyamuk penyebab demam berdarah. Gejala ini bisa berlangsung selama 2–7 hari. Gejala DBD pada anak bisa dikenali dengan demam yang tinggi hingga mencapai 400 C. Selama fase demam DBD,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.