Banyak Kendaraan Plat Genap Masuk Jalur Puncak, Masyarakat Gak Tahu Kebijakan Pemkab, Ini Faktanya

Tim gabungan satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor saat memeriksa kendaraan, di Gadog, Sabtu (6/2/2021). Diskominfo for Pakar

MEGAMENDUNG – Kebijakan tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor yang mewajibkan masyarakat yang akan memasuki kawasan wisata dengan menunjukkan hasil rapid test antigen, masih belum diketahui secara menyeluruh.

Di kawasan wisata Puncak, tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor banyak menemukan pengendara yang tidak patuh terhadap kebijakan tersebut.
Pengendara yang masuk didominasi oleh kendaraan dengan plat nomor genap.

“Mereka berpikir dengan bernomor genap sudah aman, padahal untuk masuk ke Kabupaten Bogor mereka harus lengkapi juga dengan surat Rapid Antigen,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Harun di sela operasi di kawasan Gadog, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, Sabtu (6/2/2021).

Seperti diketahui, kebijakan ganjil genap hanya diberlakukan di wilayah Kota Bogor. Sedangkan Kabupaten Bogor mengeluarkan kebijakan dengan mewajibkan setiap pengunjung terutama ke kawasan wisata untuk menunjukkan hasil rapid test antigen.

Kata Harun, kebijakan surat rapid test antigen merupakan instruksi dari Bupati Bogor tentang peningkatan kewaspadaan, pengaktifan Posko, dan peningkatan efektifitas Satgas Covid-19 di Kabupaten Bogor. Serta untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Bogor.

“Dari hasil pemeriksaan terdapat 70 persen kendaraan yang diminta putar balik karena tidak dapat menunjukan surat rapid antigen,” ungkap Harun.

Dia mengklaim jika kewajiban surat rapid test antigen bagi pengunjung sangat efektif menekan laju penularan Covid-19 di Kabupaten Bogor, terutama di kawasan wisata.

“Penerapan surat rapid antigen ini akan terus kita lakukan selama pemberlakukan PPKM,” tukasnya. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.