Zona Merah, Aktifitas Pelayanan di Desa Cikarawang Tetap Berjalan

DRAMAGA – Sejak terkonfirmasinya 48 warga Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga dinyatakan Positif Covid-19, bukan main paniknya pemerintah Desa pimpinan Sapturi Wijaya harus menghadapi situasi seperti itu. Apalagi saat diketahui hampir setiap hari warga yang terpapar jumlahnya mencapai 3 hingga 4 orang.

Sapturi Wijaya Kepala Desa Cikarawang membenarkan, ke 48 orang warganya yang terkonfirmasi positif covid19, berlangsung mulai 30 Juni 2021 hingga ke pertengahan Juli 2021.

“Kami pemerintah Desa Cikarawang sempat dibuat panik begitu ada informasi dari puskesmas, dari satgas Covid desa maupun satgas Covid kecamatan termasuk dari keluarga yang terpapar, karena setiap hari laporan yang masuk bisa mencapai tiga hingga empat warga yang terinfeksi Covid19”, kata Sapturi Wijaya kepala Desa Cikarawang.

Lalu, selanjutnya kata Kades, berdasarkan tingginya data warga Cikarawang yang terinfeksi, akhirnya satgas Covid Kecamatan bersama desa menetapkan jika Cikarawang berstatus zona merah. “Begitupun langkah antisipasi. Selain kami melakukan penyemprotan cairan Dinsfekstan kerumah rumah warga, kelingkungan strategis yang menjadi tempat lalu lalang berkumpul warga, kami juga memberikan himbauan agar warga mau berdiam dirunah patuhi prokes. Termasuk kantor desa juga kami tutup, tetapi pelayanan kepada warga tetap berjalan seperti biasa, hanya saja dibatasi satu persatu,” bebernya.

Dari awalnya terkonfirmasi 48 warga yang positif, kini jumlahnya tinggal 17 orang warga lagi, diantaranya masih melakukan Isoman dirumah dan juga ada yang masih dirawat di rumah sakit sedang jalani proses penyembuhan. “Alhandulilah kini jumlah warga yang positif sudah turun menjadi 17 orang. Meski demikian Desa Cikarawang masih kami tetapkan status Zona merah,” tandasnya.

Muhamad Yusup Sekretaris desa Cikarawang menambahkan, selama 25 hari kondisi ekonomi warga desa Cikarawang lumpuh, karena semua pedagang, pemilik warung klontong, petani, oleh desa dan Satgas Covid dihimbau untuk tutup tak beraktifitas.

“Alhamdulilah selama 20 hari warga desa kami mau patuhi aturan Prokes dan warga memilih berdiam dirumah, sehingga kasus Covid 19 di desa kami tidak lagi alami penambahan, justru sekarang jumlah yang terinfeksi semakin turun,” pungkasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.