Wujudkan Indonesia Emas 2024, Bappedalitbang Fokus Realisasikan RPJMD Tahun Pertama 2024

Kepala Bappendalitbang Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika. Age | Pakar

CIBINONG – Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) sedang menyiapkan Kabupaten Bogor untuk mencapai Indonesia Emas di tahun 2045.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bappendalitbang Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini menyiapkan regulasi perencanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMD).

“Kita sekarang sedang menggodok penerapan RPJMD tahun pertama ini, dan kita sedang membuat regulasi formulasinya. Dan ini harus ditetapkan ditahun 2024 dengan DPRD untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” katanya kepada PAKAR.

Lanjut ia menambahkan harapannya bagi Bupati terpilih mendatang, salah satunya pendekatan kewilayahan akan menjadi skala prioritas yang difokuskan secara integrasi bersama-sama. “Visi kita kan menginginkan Kabupaten Bogor itu berdaya saing, berkeadilan dan berkelanjutan. Artinya kita dengan kondisi ibu kota pindah ke IKN, menjadikan Kabupaten Bogor bagian dari kawasan aglomerasi Jakarta, nah kita harus memainkan peran itu,” ungkapnya.

Lanjut kata dia, tentunya harus melakukan skenario-skenario yang tentunya harus melalui ilmu dasar guna untuk mencapai daya saing yakni konektivitas dan mobilitas. “Jadi konektivitas baik internal dan eksternal kita harus ditingkatkan dan mobilitas yaitu fasilitas mobilitas masyarakat seperti transportasi dan lain kain seharusnya menjadi bagian yang akan meninstrumen untuk mempermudah kita berdaya saing dengan pihak luar,” jelasnya.

Ajat Rochmat Jatnika menuturkan bahwa keadilan juga perlu dilihat dari daerah-daerah tertinggal serta membandingkan daerah yang melonjak pesat di wilayah Kabupaten Bogor. “Dalam konteks ekonomi memang saling mengisi kelebihan di sektor ekonomi, di wilayah lain pun harus mengisi kelemahan di wilayah lain formulanya. Terus sekarang mudah-mudahan semoga ada keadilan seperti infrastruktur misalnya, pengembangan jaringan jalan atau keadilan dari pelayanan dasar seperti kesehatan,” tuturnya.

Bahkan menurutnya keadilan seperti itu dapat menyelesaikan angka stunting hingga masalah pendidikan yang ada di Kabupaten Bogor. “Karena stunting juga harus diterapkan adil, serta bagaimana keadilan juga dapat dilihat dari sisi pendidikan. Seperti anak kecil sampai dewasa perlu mendapatkan hak untuk menempuh pendidikan, mudah-mudahan bisa kita terapkan dan yang paling penting adalah pendekatan berkelanjutan seperti dilingkungan,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.