Wisatawan Keluhkan Tiket Masuk Telaga Saat Mahal, Ini Penjelasan Kadisbudpar

Inilah objek wisata Telaga Saat di kawasan perkebunan teh Puncak. IST

CISARUA – Wisatawan Telaga Saat di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengeluhkan mahalnya harga tiket masuk ke objek wisata tersebut. Bahkan, mahalnya harga tiket masuk ini membuat dunia maya heboh.

Tak sedikit dari netizen mengeluhkan objek wisata alam yang harganya tidak bersahabat.

Salah satu wisawatan asal Bogor, Tantri mengeluhkan harga tiket masuk ke lokasi objek wisata Telaga saat.

“Di Depan saja sudah harus bayar dua puluh lima ribu per orang ditambah kendaraan sepuluh ribu, dan ditambah lagi di telaga saatnya 10 ribu, total satu orang bayar 35 ribu, sementara jalan masih batu, dan tidak ada fasilitas lain yang bisa dinikmati wisatawan,” ujar Tantri.

Selain wisatawan, pengelola Desa Wisata Tugu Utara, Renold mengakui jika tiket masuk ke telaga saat memang relatif mahal.

“Jadi kalau di instgramnya telaga ssat selalu dibanjiri komentar soal tiket masuk yang mahal,” ujar Renold.

Namun begitu, pengelola Telaga Saat tidak bisa berbuat banyak. Sebab, di Telaga Saatnya wisatawan hanya dibebankan tarif Rp10 ribu.

Sementara, tarif Rp25 ribu dibebankan pihak perkebunan yaitu PT. Sumber Sari Bumi Pakuan (SSBP).

“Memang jadi akhirnya terkesan mahal, tapi itu pihak perkebunan yang memasang tarif itu,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Deni Humaedi mengatakan, keputusan memasang tarif masuk itu dari pihak perkebunan, karena akses masuk telaga saat menggunakan jalan perkebunan yaitu SSBP.

“Mungkin karena SSBP tidak bekerjasama lagi dengan LDK, dia jadi perusahaan mandiri makanya dia berani pasang tarif,” ucapnya.

Selain itu, mahalnya harga tiket mungkin sebagai upaya SSBP mengendalikan wisatawan yang dikhawatirkan bisa mengganggu perkebunan.

“Mungkin juga untuk pembatas kunjungan ke lahan perkebunan,” sambungnya.

Jadi, pinta Deni, sebaiknya SSBP membangun fasilitas-fasilitas pendukung di sekitar objek wisata Telaga Saat. Misalkan adanya parkiran, food court dan fasilitas lainnya. Serta harus clear dari warung-warung yang bisa merusak keindahan lokasi wisata tersebut.

“Sehingga wisatawan pun tidak kecewa dengan tiket masuk yang dianggap relatif mahal itu,” ungkapnya.

Mungkin juga, kata dia, harga tiket masuk itu juga untuk biaya pemeliharaan atau mungkin berikut ada asuransi keselamatan.

Lalu, soal jalan rusak ke lokasi wisata telaga saat, Deni berpikir itu menjadi ciri objek wisata alam.

“Terus saya menyarankan di pintu masuk ke Telaga Saat menggunakan sutle card,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.