Waspada, DBD di Kabupaten Bogor Naik Tembus 1.932 Kasus dan 18 MD

Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. IST

CIBINONG – Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyampaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sedang mengalami peningkatan bahkan tercatat 18 orang dinyatakan meninggal dunia, pada Senin (10/6/2024).

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Agus Fauzi bahwa pihaknya telah menerima laporan sejak awal tahun kasus DBD mengalami peningkatan, meskipun pada Maret-April kasus tersebut sempat menurun.

“Dari data laporan kita, memang dari awal tahun itu sudah ada peningkatan dan sempat turun bulan Maret-April tapi sekarang, dah cenderung meningkat lagi di Mei-Juni dengan tercatat ada 1.932 kasus (total) dan 18 orang meninggal dunia akibat DBD,” katanya kepada PAKAR, pada Senin 10 Juni 2024.

Ia mengaku saat ini virus DBD tengah berevolusi, sebab kasus itu terus meningkat tidak memandang musim penghujan maupun menjelang musim kemarau.

“Kasus DBD ini sedang tinggi, mau musim penghujan cukup tinggi, apa lagi menjelang musim kemarau ini semakin tinggi kasus dbd. Mungkin karena virus sudah berevolusi jadi tidak melihat musim, tetapi kita menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti bersih-bersih selokan, dan ketika ditemukan kasus harus segera dilakukan perawatan,” ungkapnya.

Senada dikatakan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana bahwa ia meminta kepada masyarakat untuk waspada sebab kasus DBD tengah menagalami peningkatan.

“Dari bulan Januari tercatat ada 256 kasus, Februari 313 kasus, Maret 561 kasus dan April 408 kasus, Mei 393 kasus, juni 1 kasus. Artinya dari Januari-Juni 2024 sebanyak 1.932 kasus, dengan kasus meninggal sebanyak 18 orang,” ungkapnya.

Ia menyebut sebaran kasus tertinggi berada di Kecamatan Cibinong dengan 224 kasus, disusul Kecamatan Cileungsi, 209 kasus, Jonggol 145 kasus, Gunung Putri 134 kasus dan Bojong Gede 93 kasus.

“Sedangkan kasus meninggal 18 orang itu terdiri dari Kecamatan Caringin 2 kasus, Cigombong 1 kasus, Parung 1 kasus, Rancabungur 1 kasus, Gunung sindur 1 kasus, Cibinong 2 kasus, Sukaraja 1 kasus, Babakan Madang 1 kasus, Jonggol 1 kasus, Putri 2 kasus, Ciomas 2 kasus, Cileungsi 1 kasus, Tenjo 1 kasus, Ciampea 1 kasus,” tambahnya.

Adang menjelaskan untuk kasus meninggal itu sudah menjalani perawat di Rumah Sakit dengan upaya yang dilakukan penyuluhan, PSN, Larvasida, Fogging focus. “Ada juga faktor resikonya, pertama seperti faktor cuaca kadang hujan kadang panas (panca roba) menyebabkan perindukan / tempat bertelur nyamuk / genangan air sangat banyak dan akhirnya menetas secara bersamaan,” jelasnya.

Lanjut, faktor kedua ialah kondisi lingkungan masih adanya lingkungan yang kurang bersih dan banyaknya tempat perindukan nyamuk. Upaya yang sudah dan sedang dilakukan dalam pengendalian DBD.

“Penyuluhan / promosi kesehatan, PSN, Mengaktifkan kembali kegiatan bersih2 bersama seperti Jumat bersih dan lain-lain. Segera melaporkan ke puskesmas atau faskes lainnya ketika ada gejala DBD, Pengendalian vektor nyamuk melalui larvasida dan pengasapan, Keterlibatan semua sektor dalam pengendalian DBD,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.