Warga Tlajung Udik Somasi PT Ferry Sonneville

Tanah milik Hutama Tjahjadi alias Cahyadi dipasang pagar pembatas usai digali PT Ferry Sonneville. IST

CIBINONG – Salah satu warga pemilik lahan di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Hutama Tjahjadi alias Cahyadi melakukan somasi kepada PT Ferry Sonneville.

Somasi itu dilakukan setelah Cahyadi mengetahui lahan miliknya digali hingga ribuan ton oleh perusahaan tersebut pada tahun 2018. Bahkan kabarnya, penggalian tanah itu juga membatalkan rencana pembangunan sekolah Menengah Pertama (SMP) Tlajung Udik sebab kondisi lahan rusak parah.

Kuasa hukum Cahyadi, Rizal Nursumantri mengatakan, dalam somasi Nomor 01/somasi.SK/lll/2021 menyebut kubangan akibat galian tanah yang di lakukan PT Ferry Sonneville tersebut mencapai kedalaman 4 meter dengan luas hingga 5000 M2.

“Saat menggali lahan klien kami, perusahaan menyebut kalau lahan itu adalah prasarana sarana utilitas ( PSU) milik Pemkab Bogor, kami belum mengetahui maksudnya cuma memang belakangan di ketahui di lahan yang di gali itu juga ada lahan PSU milik Pemkab Bogor dan sudah di bebaskan untuk keperluan pembangunan SMP 4, kondisi nya tidak memungkinkan untuk di bangun lagi,” jelas Rizal dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Rabu (7/4/2021).

Menurut Rizal, apa yang di lakukan PT Ferry Sonneville sudah sangat merugikan kliennya. Karena itu melalui somasi ini pihak nya meminta keterangan dari PT Ferry Sonneville. “Dan kalau tidak niat baik kami terpaksa akan melakukan upaya hukum, ” Ujarnya.

Selain itu, Rizal juga mengatakan saat ini kliennya juga telah memutuskan untuk melakukan pemagaran terhadap semua batas lahan yang dimiliki. Pemagaran ini di lakukan agar ada kejelasan batas sekaligus upaya pengamanan aset.

Pemagaran lahan milik Cahyadi itu dilakukan sepanjang 1.500 M2. Pemagaran yang dilakukan pada Minggu (4/4) itu melibatkan warga sekitar termasuk yang di dampingi Babinkamtibmas dan Babinsa setempat.

“Apalagi kedepan ada rencana pengembangan wilayah oleh Pemkab Bogor dengan membangun sejumlah fasilitas pemerintah di wilayah tersebut,” kata Rizal.

Dalam keterangan yang sama, Ketua RW 6, Rohman Tidung mengatakan, pemasangan pagar itu berdekatan dengan lahan yang beberapa waktu lalu dipasang plang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk pembangunan sejumlah gedung termasuk sekolah dan GOM.

“Lahan tersebut dilakukan pemagaran karena memang Pak Cahyadi yang meminta. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengamanan aset milik Pak Cahyadi,” ujar Rohman wartawan.

Ia menerangkan, pihaknya mengetahui lahan seluas 1500 meter persegi tersebut milik Cahyadi setelah dilakukan pembelian dari Acim bin Kihin. “Lahan tersebut telah dibeli oleh Pak Cahyadi pada tahu 1993. Jadi, pemagaran sah-sah saja dilakukan oleh pihak Pak Cahyadi,” terangnya.

“Iya, ini jalan akses utama dari arah Cicadas menuju lapangan bola atau tanah PSU yang pada tahun 2018 dilakukan penggalian kira-kira sedalam 4 meter. Malahan tanah Pak Cahyadi ikut digali, mungkin ini salah satu alasan kenapa dipagar, supaya tidak ada lagi pemanfaatan lahan tanpa ijin,” katanya.

Senada, Kepala Dusun (Kadus) 02 Desa Tlajung Udik, Arsan menegaskan, bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Cahyadi melibatkan warga setempat. “Sebelum pemagaran, pemilik lahan sosialisasi dulu. Bukan hanya itu, warga juga dilibatkan atau diperkerjakan dalam pemasangan arcon,” tegasnya. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.