Warga Tak Boleh Gunakan Motor Saat Melintas di Jalan Belendung-Maleber, Ini Penjelasan Pihak Perusahaan

Jalan Belendung-Maleber ini yang sedang menjadi polemik. IST

MEGAMENDUNG – Persoalan warga Kampung Belendung dan perusahaan green house di Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor kian memanas setelah warga tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan roda saat melintas jalan tersebut.

Salah satu warga Kampung Belendung yang enggan disebutkan mengaku jika warga boleh melintas di jalan ini asalkan tidak menggunakan motor.

“Iyah ini dilarang pakai motor, hanya bisa jalan kaki saja,”tutur salah satu warga Kampung Belendung, Desa Sukamahi kecamatan Megamendung kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Menanggapi ini, Kepala Desa Sukamahi, Budi Mamat mengaku belum tahu perihal larangan tersebut. Namun demikian, ia berjanji akan memperjuangkan jalan tersebut bagi masyarakat.

“Insya Allah saya akan menemui pihak perusahaan, untuk menanyakan kronologis sejarah jalan setapak itu. Kita akan usahakan,” jelasnya.

Sementara itu, pimpinan perusahaan green house, Iwan Jefri mengatakan, sesuai kesepakatan pihak perusahaan dengan masyarakat Belendung saat itu beberapa tahun lalu secara tertulis, salah satu bunyinya adalah jalan tersebut tidak untuk dilewati kendaraan roda dua.

“Tapi saat ini warga lewat mengunakan kendaraan roda dua saya tidak larang juga tuh, saya persilahkan sebagai jalan setapak,” ujar Iwan.

Ia juga menjelaskan jika jalan Kampung Belendung-Maleber bukan jalan lingkungan. Jalan tersebut masuk pada ploting tanah perusahaan yang saat itu dibeli dari masyarakat secara sah.

Namun, karena ada kepentingan akses warga terutama anak sekolah yang melintas di area tersebut maka di persilahkan untuk di pergunakan tanah tersebut sebagai akses jalan.

“Karena saat jual beli, dan perjanjian baik di petunjuk batas-batasnya ataupun surat tanah, tidak ada tanda yang menunjukan bahwa disitu ada jalan,” ungkapnya.

Hanya saja, saat itu masyarakat suka melintas di pematang sawah di area tersebut, dan bahkan, kata dia, pihaknya memiliki surat pernyataan dan keterangan dari masing-masing penjual tanah tersebut bahwa tidak ada jalan di areal itu.

“Namun kembali lagi kita tidak ingin berpolemik tentang itu, silahkan jalan yang ada di gunakan, sejauh ini tidak ada larangan atau hambatan apapun, hanya saja tidak untuk kendaraan,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.