Warga Serbu Penjualan Pangan Murah yang Digelar Pemkab Cianjur

CIANJUR – Warga Cianjur rela mengantri dan menyerbu lokasi penjualan pangan murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, di halaman eks parkir Pemkab Cianjur, Kamis (23/11/2023). Tujuan dari acara pangan murah tersebut, untuk memenuhi kebutuhan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


Salah seorang Ibu rumah tangga Iis Syarifah (34) warga Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur, mengaku jika dirinya tengah menunggu dibukanya gelar pangan murah tersebut. Bahkan dia rela antre dari sejak pagi di halaman eks parkir Pemkab Cianjur tersebut.


Setelah dibuka, Iis pun bergegas menuju ke stan penjual beras. Perempuan berusia 34 tahun itu pun langsung membeli satu pak beras berkapasitas 5 kilogram. “Lumayan, harganya lebih murah. Saya beli Rp53 ribu per pak isi lima kilogram,” kata Iis, kepada wartawan Kamis (23/11/2023).


Dia mengaku, biasanya ia membeli beras jenis medium eceran seharga Rp15 ribu per kilogram. Bagi Iis, selisih harga lebih dari Rp4 ribu per kilogram tentu sangat berarti. “Alhamdulillah, bisa lebih hemat,”ujarnya.


Asisten Daerah (Asda) II Setda Kabupaten Cianjur, Budi Rahayu Thoyib, menjelaskan gelar pangan murah merupakan salah satu upaya menstabilkan harga dan pasokan. Lebih dari itu, gelar pangan murah diharapkan bisa memenuhi kebutuhan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


“Gelar pangan murah ini bukan untuk menyaingi pasar. Tapi lebih kepada menstabilkan inflasi. Intinya lebih kepada stabilitas pasokan dan juga sekaligus menekan harga. Terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” kata Budi, kepada awak media.


Menurutnya, komoditas kebutuhan masyarakat yang dijual pada gelar pangan murah di antaranya beras SPHP seharga Rp53 ribu per 5 kg, ayam beku Rp31 ribu per ekor, minyak goreng Rp13.500 per liter, telur ayam Rp25 ribu per kg, gula putih Rp15 ribu per kg, beras medium Rp12 ribu per kg, bawang merah Rp24 ribu per kg, daging ayam potong Rp32 ribu per kg, dan beberapa komoditas lainnya. Budi tak memungkiri, stabilitas pasokan dan harga berbagai kebutuhan masyarakat di pasaran masih dinamis, bahkan trennya terpantau cenderung naik.

“Harga itu memang tergantung produksi komoditas yang dihasilkan mata rantai distribusi. Kami melihat naiknya harga berbagai komoditas itu akibat distribusi. Makanya kami dari pemerintah daerah mencoba memotong jalur mata rantai distribusi ini lebih pendek. Sehingga harga jual di pasaran tidak terus naik,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur, Komarudin, menuturkan hasil pantauan di lapangan, hingga saat ini harga berbagai komoditas cenderung naik. Gelar pangan murah, kata Komarudin, merupakan salah satu upaya menstabilkan kembali harga dan pasokan. “Termasuk memenuhi kebutuhan, terutama bagi masyarakat kalangan bawah,” kata Komarudin.

Di antara komoditas yang harganya masih berfluktuasi yakni beras, cabai, bawang merah, maupun gula pasir atau gula putih. Bahkan harga beras medium masih berada di kisaran Rp13 ribu dan premium kisaran Rp14 ribu.

“Kalau dilihat dari berbagai laporan beberapa perangkat daerah, termasuk Bulog, untuk ketersediaan pasokan menjelang Nataru (Natal 2023 dan Tahun Baru 2024) masih aman. Hanya kami terus memantau perkembangan di lapangan, terutama mendekati Nataru. Kalau harga memang masih ada kecenderungan naik,” pungkasnya=NDI/SYA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.