Warga Rumpin Menolak Rencana DLH Bangun TPST Zonasi di Kampung Sawah

Rencana DLH Kabupaten Bogor untuk membangun lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) zonasi di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin mendapatkan sejumlah penolakan. (Fahri | Pakar)

RUMPIN – Sejumlah warga atas nama lembaga dan pribadi yang ada di wilayah Kecamatan Rumpin, mengaku menolak rencana Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Bogor yang akan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) zonasi di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin.

Rencananya TPST itu akan menampung sampah dari lima wilayah kecamatan sekitar Rumpin, yang akan di daur ulang secara tekhnologi modern. Koordinator Forum Masyarakat Desa (FMD), Junaedi Adhi Putra mengatakan pembangunan TPST akan lebih banyak mudharatnya dibanding manfaatnya bagi warga di Rumpin, termasuk warga yang berdekatan dengan lokasi TPST.

“Jalur yang dilalui untuk mengangkut sampah sudah pasti membawa aroma busuk, belum lagi tumpukan sampah makin banyak. Ini bisa menjadi konflik lingkungan hidup dimasa yang akan datang dan hanya akan membuat masalah baru di Kecamatan Rumpin,” cetus Junaedi Adhi Putra, Senin (29/11/2021).

Padahal hingga saat ini, lanjut Junaedi, persoalan ekploitasi dan mobilisasi truk tambang dengan segala dampak turunan masalahnya belum terselesaikan oleh Pemkab Bogor. Sehingga pembangunan TPST ini akan membawa masalah baru di Kecamatan Rumpin.

“Sebaiknya rencana pembangunan TPST dikaji ulang, karena selama ini faktanya belum ada kesejahteraan sosial yang terlihat dari adamya kegiatan tempat pembuangan sampah. Jika memang Pemkab Bogor mempunyai jurus jitu pengelolaan, lakukan saja ditempat yang sudah ada seperti di Galuga dan wilayah lainnya.” tandas Junaedi.

Penolakan keras rencana pembangunan TPST di Desa Kampung Sawah Rumpin, disuarakan pula oleh Ridwan Darmawan, tokoh pemuda Kecamatan Rumpin yang juga warga sekitar. Menurutnya, dampak langsung TPST akan dirasakan oleh dua kampung dari dua desa yaitu Kampung Gerendong, Desa Kampung Sawah dan Kampung Rumpin Dalam, Desa Rumpin. 

“Ada banyak aturan-aturan teknis yang mestinya dipedomani DLH dan Pemkab Bpgor. Diantaranya jarak antara TPST dengan pemukiman warga, kemudian terkait RTRW, lalu apakah posisi tersebut sesuai dengan posisi jalan utama di wilayah tersebut,” papar praktisi hukum yang juga pernah menjadi pengacara tim pemenangan Pilpres 2019 lalu tersebut.

Terlebih lagi, sambung Ridwan, rencana letak TPST itu persis berada di gerbang masuk ke wilayah Kecamatan Rumpin. Sementara ini warga Rumpin berjibaku dengan beragam persoalan dampak usaha tambang, seperti kesemrawutan lalu lintas, jalur truk tambang dan juga kerusakan infrastruktur jalan serta debu yang menyebabkan ISPA bagi warga.

“Coba tunjukkan pada kami, dimana lokasi TPST yang diklaim memakai sistem modern yang tidak menimbulkan persoalan di Indonesia ini. Jadi meski di klaim TPST ini modern, kami tetap menolak,” tegas Ridwan Darmawan.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Rumpin, Robi Setiawan. Menurutnya, adanya TPST justru akan berdampak buruk terhadap pencemaran udara. Belum lagi soal bau yang menyengat, terlebih letak lokasi tersebut berada perbatasan dengan Desa Rumpin dan Desa Kampung Sawah. 

“Itu dampaknya terhadap lingkungan pasti ada. Misalnya soal polusi udara, lalu polusi serapan air dan lainnya. Jadi harus diperhitungkan secara matang semua dampaknya. Jika pengelolaan baik dan dijamin tidak ada dampak negatif tidak jadi masalah. Dampak dampak negatif itu yang harus dijawab,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kampung Sawah, Edi Riyadi menuturkan, rencana pembangunan TPST adalah program DLH Pemkab Bogor yang akan dibangun dilahan milik Pemkab Bogor seluas 3 hektare. Terkait rencana tersebut, pihak DLH Kabupaten Bogor, sudah melakukan sosialisasi di aula Kantor Desa Kampung Sawah bebebara hari yang lalu. 

“Jadi terlepas dari dampak negatif dan positif, dan banyaknya keluhan serta penolakan masyarakat, ya kita bahas bersama. Kalau memang TPST tidak dibutuhkan, ya buat apa? Makanya perlu terus dikaji dan didiskusikan,” pungkas Kades yang akrab dipanggil Ugan ini. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.