Warga Protes Soal Penutupan Saat Pembangunan Jalan Kemang Rancabungur

KEMANG – Proyek peningkatan jalan Kemang – Rancabungur di Kecamatan Kemang, dikeluhkan oleh warga sekitar. Musababnya, aktivitas pengerjaan giat proyek tersebut dianggap mengganggu serta menghambat aktivitas warga selama 2 pekan terakhir ini.

Keluhan warga tersebut mencuat sebab adanya penutupan akses jalan itu oleh pihak penyedia jasa pelaksana proyek. Warga sempat mengeluhkan hal itu dan mendatangi kantor Desa Kemang.

“Jalan ini ditutup total tanpa kejelasan sehingga menyulitkan aktivitas warga. Pengerjaan proyek juga tidak maksimal. Mohon agar ada perhatian dari pihak terkait,” ungkap salah satu warga sekitar lokasi kegiatan proyek yang namanya enggan dituliskan, Sabtu (16/12/2023).

Adanya keluhan warga terhadap proses pengerjaan proyek tender jalan tersebut, diamini Kepala Desa Kemang Entang Suana saat ditanya sejumlah wartawan. Ia menyebut, warga menyampaikan rasa kecewa atas tidak sesuainya proses hasil kerja dan kesepakatan awal.

“Saat pengecoran jalan itu di tutup total. Ketika awal pemborong datang ke desa, saya setujui tutup total agar kegiatan pengerjaanya nyaman cepat dan tidak terganggu oleh lalulalang kendaraan yang melintas. Tapi pada kenyataanya dengan jalan ditutup total, pemborong kerja seenaknya. Sampai saat ini baru mencapai 200 meter yang dikerjakan,” keluh Kades.

Entang menjelaskan, warga mengeluh karena usaha mereka terganggu. Sebab akibat jalan yang sudah ditutup total itu, banyak warung tutup dan transportasi terhambat karena harus memutar jauh.

Sebagai informasi, proyek rekonstruksi jalan Kemang – Rancabungur ini adalah salah satu proyek tender dibawah Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Tender proyek ini bernilai 2, 8 miliar rupiah lebih dari anggaran APBD. Penyedia Jasa adalah CV. Sanggalea Falinko dan Konsultan Pengawas PT Angelia Oerip Mandiri.

Hingga berita dibuat, redaksi media ini belum dapat terakses dengan pihak penyedia jasa maupun pihak konsultan pengawas proyek tersebut. Justeru pihak UPT Jalan dan Jembatan wilayah Parung yang menjawab keluhan warga.

Candra Trikaya, Kepala UPT Jalan dan Jembatan wilayah Parung mengatakan, jalan ditutup total pada Jum’at malam (15/12) karena ada pengecoran LC (lean concrete) untuk perata. Dan selanjutnya setelah sekitar 2 sampai 3 hari, akan di cor beton FC 30.

“Strategi pelaksanaan pengecoran nya adalah tutup total, karena rencana lebar jalan beton adalah 5 meter dan tidak bisa sebelah – sebelah. Pihak pelaksana sebelum pengecoran sudah koordinasi dengan pihak desa dan juga kecamatan,” ungkap Candra mempertegas adanya point koordinasi. FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.