Warga Persoalkan Pengelolaan Parkir Area Wisata Gunung Kapur oleh Pihak Sayaga Wisata

Lokasi parkir di area wisata Gunung Kapur, Desa Cogreg, Kecamatan Parung. Ada tiga pengelola usaha wisata di area ini, yaitu PT. Tirta Sanita, PT. Tirta Sayaga dan Bumdes Cogreg. IST

PARUNG – Ramainya kunjungan di beberapa lokasi wisata pada libur lebaran, telah membuat beberapa sektor usaha pendukung pariwisata ikut mengalami peningkatan hasil pendapatan. Salah satunya, usaha pengelolaan retribusi parkir.

Namun, adanya peningkatan hasil pendapatan tersebut, justeru telah menarik perhatian bahkan menuai kritik tajam dari sebagian kalangan. Seperti yang terjadi di pengelolaan parkir area wisata Gunung Kapur, Desa Cogreg, Kecamatan Parung.

Dikutip dari salah satu media lokal, Pahrudin, Ketua Pokdar Kamtibmas Desa Cogreg mengungkapkan, tarif parkir di area wisata Gunung Kapur banyak dikeluhkan warga sekitar. Terlebih, pengelolaan retribusi parkir di area ini dipegang oleh salah satu pihak pengelola area wisata yaitu Tirta Sanita.

“Selama ini pihak pengelola parkir sama sekali tidak ada kontribusi buat masyarakat sekitar maupun pemerintah desa. Informasinya sih telah ada kerjasama dengan PT Sayaga Wisata (Perumda),” ungkap Pahrudin.

Keluhan warga tersebut diamini oleh Kepala Desa Cogreg, Mad Yusuf, saat dikonfirmasi media ini. Kades Cogreg mengaku, pihaknya memang menerima banuak keluhan warga terkait harga tiket parkir di area lokasi wisata tersebut.

“Beberapa waktu lalu, ada awak media yang mempertanyakan soal perijinan dan pengelolaan parkir di lokasi ini ke pihak pengelola parkir. Saya tidak bisa melarang karena itu hak wartawan,” ungkap Mad Yusuf, Kamis (20/5/2021).

Terkait izin pengelolaan parkir yang diberikan PT Sayaga Wisata selaku BUMD kepada pihak Tirta Sanita, Mad Yusuf menjelaskan, dirinya tidak pernah melihat bukti otentik perjanjian tersebut. Ia mengaku hanya pernah dipanggil ke lokasi oleh pihak PT Sayaga Wisata dan BPKAD yang menjelaskan bahwa hak pengelolaan dari area wisata tersebut ada di Pemkab Bogor.

“Jadi saya tidak tau komitmennya seperti apa dan bagaimana? Apalagi soal adanya aturan besaran retribusi dan kontribusi ke desa, itu tidak ada sama sekali,” pungkasnya.

Sementara hingga berita dibuat, media belum berhasil mendapat jawaban dari pihak pengelola parkir. Manajemen parkir dipegang pihak Tirta Sanita dengan penanggung jawab Julianda Efendi. Namun saat dikonfirmasi via pesan singkat di nomor telepon yang bersangkutan, tidak ada jawaban.

Direktur Utama PT Sayaga Wisata, Supriyadi Jupri yang dihubungi media ini mengaku belum bisa memberikan jawaban, karena masih fokus pada sidang komisi untuk tesis S2 di kampus.

“Jika saya belum bisa dihubungi, silahkan hubungi pak Ivan Fadila (Dirops PT. Sayaga Wisata),” imbuhnya. Tapi ketika dihubungi media, Ivan Fadila selaku Direktur Operasional PT. Sayaga Wisata belum memberikan respon apapun. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.