Warga Ogah Direlokasi, Bencana Mengintai Dua Desa

JASINGA – Pasca bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi awal tahun 2020 lalu khususnya di wilayah Kecamatan Jasinga, ternyata sampai saat ini tidak membuat sebagian warga yang pernah terdampak, merasa jera. Pasalnya, sebagian warga masih menempati lahan-lahan lokasi yang pernah terdampak bencana termasuk yang tinggal di pinggir bantaran Sungai Cikeam dan Cidurian. Warga mengaku emoh hengkang dan menolak direlokasi, walaupun bencana mengintai.

“Program Mitigasi Bencana sebagai upaya untuk mengurangi resiko bencana baik melalui perbaikan pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan dalam menghadapi ancaman bencananya, sudah kami lakukan sejak awal Januari 2021 kemarin kepada semua warga yang berdomisili dilahan beresiko,” ungkap Camat Jasinga, Hidayat Saputra.

Malah Sambung Camat, semua warga yang menghuni di dua desa yang diantaranya tinggal di bantaran Sungai Cikeam di Desa Kalong Sawah yang lokasinya berada di atas jalan Raya Cipeuteuy dan yang tinggal di bantaran Sungai Cidurian di Desa Sipak sudah di berikan keyakinan agar pindah, namun mereka menolak dorelokasi. “Padahal kedua kampung di Dua desa tersebut sangat rawan bencana, baik Longsor maupun banjir yang setiap tahun selalu terjadi,” bebernya.

Sementara untuk upaya perbaikan tebing tebing yang pernah ambrug lanjut Camat, sudah di bangunan tembok penahan tebingannya, dan masih terus berkelanjutan, termasuk beberapa jembatan yang rusak dan hancur akibat bencana lalu, juga diantaranya hingga kini sedang dalam perbaikan. “Kami berharap untuk mengurangi tingginya resiko bencana yang sewaktu waktu dapat menelan korban jiwa, semua warga yang masih mendiami tempat tempat rawan selain waspada juga sekiranya mau direlokasi,” harapnya.

Na’is warga Kampung Cikeam, Desa Kalong Sawah, yang rumahnya pernah terendam hingga 3 meter lantaran bangunan rumahnya berdiri dibantaran pinggir sungai Cikeam yang pernah meluap tahun 2020 lalu mengaku enggan hengkang serta tidak merasa khawatir apabila bencana banjir dan longsor kembali menimpanya. “Soalnya rumah yang saya diami ini adalah rumah satu satunya peninggalan dari orang tua bahkan rumah ini juga rumah tempat saya lahir dan dibesarkan, jadi saya sangat berat untuk pergi meninggalkannya,” tandasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.