Warga Keluhkan Peredaran Narkoba dan Miras di Cigombong, Polsek Lakukan Hal ini

Sejumlah obat keras yang berhasil diamankan Polsek Cigombong. (Ist)

CIGOMBONG – Keluhan sejumlah tokoh masyarakat dan ketua satgas pelajar Kecamatan Cigombong, terkait  peredaran obat terlarang dan minuman keras, di wilayah Kecamatan Cigombong. Bahkan satgas Pelajar mengaku menyerah akibat keluhannya kepada pihak kecamatan yang kurang ditanggapi.

Polsek Cijeruk bergerak cepat, menggalang potensi masyarakat guna memerangi Peredaran Narkoba diwilayah hukum Polsek Cijeruk dan Cigombong. Bahkan tidak mau kecolongan lagi dengan adanya penjualan dan peredaran obat-obatan ilegal di wilayahnya, dan prihatin dengan adanya pengguna penyalahgunaan obat-obatan jenis G oleh pelajar maupun remaja-remaja di bawah umur di wilayahnya, Polsek Cijeruk akan menggalang potensi masyarakat termasuk di dalamnya Satgas Pelajar, Komunitas Radio maupun Kelompok Sadar Kamtibmas.


Kapolsek Cijeruk Kompol Hida Tjahjono SH. juga mengajak rekan-rekan awak media maupun warga masyarakat untuk secara bersama-sama dan masif memerangi penyalahgunaan dan peredaran obat-obatan ini. “Kami mengapresiasi warga masyarakat yang memberikan informasi mengenai berbagai pelanggaran pidana di wilayah hukumnya, termasuk berbagai tindak pidana lain baik pungli atau aktivitas lain yang meresahkan masyarakat,” ujarnya kepada Pakar.


Berkaitan dengan peristiwa di wilayah maseng Desa Warung Menteng Kecamatan Cijeruk, dia menjelaskan, bahwa Pelaku telah berhasil diamankan oleh Polsek Cijeruk berikut barang bukti kepemilikan obat-obatan ilegal, saat ini penanganannya sudah kami limpahkan ke Sat Res Narkoba Polres Bogor untuk penyidikan lebih lanjut, Kami juga dibantu informasi warga telah melakukan penegakkan hukum terhadap warung sejenis di daerah Watesjaya Kec. Cigombong dan berhasil mengamankan barang bukti obat-obatan Jenis G yang terindikasi diperjualbelikan secara ilegal.


“Selain langkah-langkah penegakkan hukum, akan dilakukan juga langkah-langkah Preemtif oleh para Bhabinkamtibmas dan Kapolsek serta para Kanit guna memberikan penyuluhan ke Sekolah-sekolah maupun kegiatan preventif melalui patroli terbuka maupun tertutup,” jelasnya.


Sementara itu, ketua Satgas Pelajar Kecamatan Cigombong yang mengaku menyerah karena keluhannya kurang direspon oleh pihak kecamatan Cigombong  mengaku lelah dan menyerah. Bahkan dia menegaskan pihaknya bersama sama para tokoh masyarakat siap membantu pihak kepolisian untuk memerangi Peredaran Narkoba.


“Pemberantasan Obat terlarang khususnya golongan G, dan minuman keras bukan hanya menjadi tugas kepolisian, akan tetapi tugas semua pihak sehingga mampu mempersempit peredaran baik obat terlarang maupun minuman keras, kami siap membantu pihak kepolisian untuk memerangi Peredaran Narkoba diwilayah kami,” ujar Wawan Ketua Satgas Pelajar Kecamatan Cigombong.


Wawan menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan kepada pihak kecamatan, terkait dengan peredaran miras. Dengan tujuan untuk meminta arahan bahkan dengan semua pihak sudah disampaikan terkait keluhan orangtua siswa maupun tokoh masyarakat. “Kalau soal melapor ke kecamatan saya sudah cape, karena tidak ada jawaban yang memuaskan atau menjadi solusi. Bahkan kesannya seolah tak perduli. Padahal, dampaknya kepada anak anak kita yang masih pelajar,” ungkapnya kesal.


Wawan menjelaskan, peredaran miras di kecamatan Cigombong seolah tak tersentuh, sehingga leluasa berjualan walaupun berkedok tukang jamu dan warung kecil. “Terkadang kami juga bingung, sudah malu dengan keluhan orangtua siswa seolah kami tidak bekerja padahal sudah kami sampaikan apa yang menjadi keluhan tersebut. Karena para siswa sudah banyak yang menjadi korban,” ungkapnya.


Wawan menegaskan, Cigombong sudah .menjadi darurat narkoba maupun miras, oleh karena itu dia meminta semua pihak, untuk bergerak menekan ruang gerak peredaran dengan melakukan tugas sesuai dengan tugasnya dan fungsinya. “Memang Cigombong sudah masuk kategori darurat narkoba maupun miras, saya berharap semua jangan berpangku tangan, selamatkan anak anak kita sesuai dengan tugasnya .masing masing, orang tua perketat pengawasan anak anak, kepolisian dan kecamatan sesuai dengan fungsinya. Sehingga Cigombong bisa terbebas walaupun itu sulit,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Cigombong Raden Irwan Soemantri saat dikonfirmasi Pakar terkait keluhan masyarakat, melalui telepon selularnya tidak memberikan respon. UJG
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.