Warga Cipicung Keluhkan Irigasi Meluap Tak Diperbaiki

CIJERUK – Dampak dari pembangunan Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) di Desa Cipicung Kecamatan Cijeruk, mengakibatkan aliran irigasi meluap karena menyempit. Bahkan Warga Kampung Cipicung, mengeluhkan banjir yang kerap kali terjadi di jalan menuju Genteng- Kaweni, tepatnya depan SD Negeri Cipicung 3, hal ini diakibatkan rendahnya selokan air yang menutupi sebagian selokan, sehingga terjadinya luapan air ke jalan, dan depan masuk pintu sekolah. Namun luapa banjir jalan tersebut seolah dibiarkan oleh UPT Pengairan wilayah Ciawi  dan pemerintah Desa Cipicung.


Ahmad warga Kampung Cipicung, mengatakan, banjir kerap terjadi baik ketika hujan maupun cuaca cerah, pasalnya air yang mengalir berasal dari selokan siliong, yang kini sedang dalam pengerjaan proyek Tempat Pemakaman Bukan Umum( TPBU). “Air selokan yang meluber ke jalan, akibat dari tertutupnya  sejumlah irigasi atau selokan, jadi waktu hujan ataupun ga hujan, tetap banjir, sampe ke depan pintu masuk sekolahan,” ujarnya saat ditemui Pakar.


Dia mengaku,  telah beberapa kali melaporkan meluapnya air selokan ke jalan ke pemerintah Desa Cipicung, ketua RT, RW, namun belum ada tanggapan apapun, oleh sebab itu dirinya meminta agar selokan air yang menyempit segera diperbaiki atau diperlebar agar air tidak meluber ke jalan. “Warga hanya ingin selokan airnya di perlebar atau ditinggikan lagi jalannya, supaya lancar udah itu aja, kalo perlu warga siap gotong royong, buat betulin jalan, asal bahan materialnya disediakan,  ini udah lama terjadi tapi tidak ada perhatiannya sama sekali dari pemerintah,” pintanya.


Keluhan yang sama juga dikatakan Anto dampak dari pembagunan TPBU tersbeut bukan hanya meningkatnya intensitas air Irigasi melainkan air yang mengairi sejumlah kolam ikan warga dan irigasi juga menjadi keruh dan berwarna kuning kecoklatan. “Ya memang hujan maupun tidak hujan irigasi itu selalu banjir dan ini sejak 2019 silam, apalagi disaat hujan. Bahkan, kini air yang mengalir ke sejumlah irigasi menjadi keruh  berwarna kuning pekat,” keluhannya.


Seharusnya lanjut Anto, pihak UPT Pengairan Ciawi melakukan pengecekan karena lanjut dia irigasi tersebut  menjadi tanggung jawab UPT Pengairan dalam perawatannya. “Seharusnya pihak des Pela dengan keluhan warga, apalagi ini terdampak dari pembangunan TPBU. Minimal meneruskan keluhan warga kepada UPT Pengairan Ciawi sehinhga bisa dilakukan langkah agar tidak banjir lagi,” ucapnya.


Kepala Desa Cipicung Suherli saat dikonfirmasi melalui telepon selukarnya terkait dengan keluhan banjir yang menimpa warganya sejak 2019 silam belum memberikan respon. UJG
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.