Wanita ODGJ Melahirkan di Poskamling Cijujung, Menangis Usai Dipertemukan dengan Anak Setelah Dipisahkan 23 Hari

Penyerahan bayi perempuan kepada ibunya bernama lilis di Dinas Sosial Kabupaten Bogor. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Tak ada ibu yang rela dipisahkan dengan anak tercintanya. Begitulah umpatan kata yang tergambar dari raut haru seorang ibu bernama Lilis, 26 tahun.

Meski dinyatakan dalam kondisi gangguan jiwa, Lilis tak bisa membendung kerinduan terhadap anaknya yang telah terpisah selama 23 hari.

Lilis, perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur itu diketahui telah melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Aisyah, di pos kamling yang berada di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Saat itu, Lilis ditemukan dengan bayinya yang sudah keluar dari rahimnya namun dengan kondisi ari-ari masih menempel di tubuh bayi. Sebelum akhirnya dipertemukan dengan bayi perempuannya tersebut di Kantor Dinsos Kabupaten Bogor, kemarin.

Mendapati informasi tersebut, Tim Penyandang Disabilitas Mental (PDM) Dinas Sosial Kabupaten Bogor, langsung membawa Lilis beserta bayinya ke bidan terdekat untuk diberikan penanganan pasca melahirkan yang dilakukan tanpa bantuan medis.

Setelah mendapatkan pertolongan tersebut, Lilis pun harus terpisah oleh buah hatinya itu untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi. Sedangkan sang anak dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong untuk mendapatkan penanganan medis dan perawatan sementara pasca dilahirkan.

“Setelah selesai menjalani perawatan di RS Marzoeki Mahdi, Lili rencananya akan dipulangkan ke tempat asalnya di Ponorogo, Jawa Timur,” ujar Kepala Balai Disabilitas Phala Mharta Sukabumi pada Kementerian Sosial (Kemensos) Cup Santo, Jumat(25/3/2021).

Sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, Lilis dan buah hatinya akan menjalani masa observasi di Balai Phala Mharta yang berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat.

Diketahuinya kampung halaman Lilis, diungkapkan oleh Cup Santo merupakan hasil kerja keras dari tim PDM Dinsos Kabupaten Bogor.

“Ketika dipandang siap secara fisik ibu dan anaknya akan dibawa ke Ponorogo dan keluarganya siap menerima. Termasuk bude nya yang siap memberikan pengasuhan kepada anaknya dan ibunya tentunya akan kami pantau, jangan sampai penanganan kedisabilitas mentalnya terputus, ini harus berlanjut penanganannya dan akan kami kordinasikan dengan mitra kami yang ada di sana,” ungkap Cup Santo.

Penyerahan Lilis kepada pihak Kemensos RI ini diwakili oleh Kabid pemberdayaan sosial dan manajer Graaha Pancakarsa Dinas Sosial Dian Mulyadiansyah.

“Semoga Lilis dan Aisyah bisa mendapatkan penanganan yang baik oleh pihak keluarga di kampung halamannya nanti,” kata Dian.

Di samping itu, Dian menjelaskan, program Reunifikasi atau penyerahan keluarga yang terpisah ini sudah dilakukan sejak awal tahun ini. Tercatat, Dinsos Kabupaten Bogor sudah melakukan reunifikasi sebanyak sembilan kali di tahun ini, dimana Lilis merupakan salah satunya.

Untuk itu, dia pun mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bogor yang menemukan adanya Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berkeliaran agar segera melaporkan ke petugas di tingkat Desa dan Kecamatan, agar bisa segera ditindaklanjuti oleh tim dari Dinsos Kabupaten Bogor.

“Jangan sampai mereka dijauhi, karena mereka ini sakit dan memerlukan pelayanan, maka dari itu laporkan,” jelasnya.MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.