Wanita Hamil 8 Bulan Selamat Dari Reruntuhan Longsor, ini Yang Dilakukannya

Dua rumah mengalami rusak parah karena tertimpa reruntuhan longsoran di Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Firman | Pakar

SUKAJAYA – Akibat curah hujan yang cukup lama terjadi di kawasan Sukajaya dan sekitarnya, membuat dua rumah ambruk tertimpa longsor di Kampung Satu RT 02/013 Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Senin (2/8/2021) sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, dan pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri saat tertimpa reruntuhan longsoran.

Hal tersebut membuat trauma oleh salah satu anak pemilik rumah yang sedang mengandung 8 bukan dan mengalami luka ringan di bagian tubuhnya. Ipang (45) pemilik rumah, mengatakan, kornologinya saat itu kondisi sekitar sedang hujan tidak begitu besar, sesudah hujan reda tiba-tiba terdengar suara lemparan batu dua kali dan juga suara kaca pecah, setelah itu baru longsor.

“Saya tertimpah reruntuhan material dan juga lemari, istri saya tertimpa lemari, beruntung anak saya kedua saya yang sedang mengandung sempat melarikan diri,” ungkapnya saat sedang merintih kesakitan akibat musibah tersebut, Selasa (2/8/2021).

Menurut Ipang, kerugian yang dialaminya sekitar Rp200 juta, karena semua barang berharga miliknya tertimpah reruntuhan seperti dua kendaraan sepedah motor, dan juga barang elektronik.

“Saya berharap agar segera mendapatkan perhatian dari pemerintah, sehingga rumah saya bisa kembali terbangun, kalo seperti ini saya mau tinggal dimana lagi, ini kediaman satu-satunya, malem ini pun bermalam di rumah tetangga,” harapnya.

Sementara itu, Imas wanita hamil 8 bulan yang berhasil menyelamatkan diri, namun tentunya dirinya mendapat trauma yang sangat mendalam. “Alhamdulillah kandung saya tidak apa-apa, tadi terbentur karna harus menyelamatkan anak saya pertama saya, tadi pun di periksa ke bidan kenapa-kenapa kandungan saya, cuma memar di bagian perut dan kepala, tentunya trauma ini masih gemetaran,” ujarnya.

Kanit Intel Polsek Cigudeg IPDA Miat Lirayana mengatakan, hujan yang begitu lama sehingga membuat tebing setinggi 4 meter panjang 15 meter harus menimpa rumah di bawah tebing tersebut.

“Untuk bangunan rumah bagian belakang kurang lebih sepanjang 12 meter itu alami rusak berat, saat kejadian penghuni rumah yaitu Ipang dan keluarga sedang berada di tengah rumah sedang mebonton TV dan tiba-tiba terdengar suara retakan tanah dan langsung menimpa bangunan dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa atas kejadian ini,” ungkapnya.

Menurut IPDA Miat, dalam kejadian ini agar seluruh warga sekitar terus berhati-hati dikarnakan wilayah ini rawan longsor, sehingga harus selalu berhati-hati.

“Betul sekali, tentunya kepada warga sekitar dalam kejadi ini agar selaku waspada dan mengingat curah hujan tidak menentu secara tiba-tiba spontan besar, karna wilayah ini sedikit rawan tetapi mudah-mudahan tidak terjadi kembali,” tutupnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.