Walhi Merasa Janggal Ada Bencana Banjir Bandang di Gunung Mas

Beginilah kondisi Gunung Mas Puncak pasca-banjir bandang, tiga hari lalu. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menyoroti bencana banjir bandang di kawasan Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor.

Walhi menduga bukaan lahan di hulu sungai Cisampay, menjadi penyebab terjadinya banjir yang menyapu beberapa fasilitas umum di kawasan wisata tersebut.

Ketua Walhi Jabar, Meiki W Paendong mengatakan, berdasarkan jejak digital di Citra Satelit, pihaknya melihat ada dua titik bukaan lahan pada ujung perumahan pemetik teh di Gunung Mas, yang kemungkinan besar menjadi penyebab bencana.

“Ada dua bukan lahan di hulu, satu bukan lahan terlihat bukan secara alami tapi diduga disengaja karena terlihat dari citra satelit terdapat bangunan kecil di lokasi tersebut. Posisi bukan lahan yang ada bangunan kecil itu juga tidak terjal,” kata Meiki, saat dikonfirmasi melalui saluran telponnya, Kamis (21/1/2021).

Meski menduga bukaan lahan tersebut adalah penyebab datangnya banjir bandang, Meiki mengaku masih belum bisa menyimpulkan.

“Kami belum bisa menyimpulkan secara pasti kalau bencana itu diakibatkan dari bukaan lahan tersebut, tapi itu bisa mengkontribusi juga jumlah air larian saat turun hujan pada cuaca ekstrim,” jelas Meiki.

Sebelumnya, Bupati Ade Yasin mengaku sedang melakukan investigasi, memastikan penyebab terjadinya banjir bandang di kawasan Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor.

“Ini sedang investigasi juga, airnya dari atas dan membawa air ke sungai sehingga meluber ke mana mana. Ini sedang dipantau,” kata Ade Yasin, Kamis (21/1/2021).

Kemungkinan adanya penggundulan di wilayah hulu pun belum bisa dipastikan. Menurut Ade Yasin, perlu dikaji secara khusus untuk memastikan penyebabnya.

“Belum ketahuan, apakah ada penggundulan sehingga erosi dan membawa material ke bawah air. Itu belum tahu,” ungkapnya. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.