Waka MPR RI ini Dukung Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

Wakil Ketua MPR RI, Sjarifuddin Hasan. (mpr.ri)

JAKARTA  – Wakil Ketua (Waka) MPR RI Prof. Dr. Sjarifuddin Hasan, MM, MBA (Syarief Hasan) mendukung penuh kebijakan pemerintah, yang akan menetapkan Pancasila menjadi mata pelajaran (Mapel) wajib tersendiri dalam kurikulum setiap jenjang pendidikan nasional yang akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru Juli 2022.

Kebijakan ini, lanjut Syarief Hasan, sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang diantaranya berbunyi ‘bahwa dalam rangka pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu menegaskan Pancasila sebagai muatan wajib dalam kurikulum setiap jenjang pendidikan’.

“Ditetapkannya Pancasila sebagai mapel wajib, menurut saya, merupakan salah satu strategi negara dalam memasyarakatkan ideologi serta dasar negara ini kepada generasi muda bangsa.  Melalui pendidikan yang terarah dan berkesinambungan, Pancasila diharap akan melekat dan mewarnai serta menjadi way of life generasi milenials kita baik di lingkungan keluarga, sekolah, kampus dan dimana saja,” kata Syarief lewat keterangannya, Senin (27/6/2022).

Syarief menyampaikan hal tersebut di tengah rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya di beberapa wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Pemahaman Pancasila melalui pendidikan, lanjut Syaref Hasan, juga diharapkan akan merekatkan seluruh anak bangsa dalam ikatan persatuan yang kuat tak tergoyahkan, menjadi benteng untuk menahan setiap pengaruh radikalisme dan pemahaman luar yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa.

Namun, Pimpinan MPR dari Partai Demokrat ini mengingatkan agar dalam penyusunan kurikulum soal Pancasila, sebaiknya bersinergi atau meminta sumbang saran dengan elemen bangsa lainnya seperti  lembaga MPR RI, BPIP yang sangat concern kepada pemasyarakatan Pancasila .

Para guru dan dosen, dikatakan Syarief Hasan, juga harus membekali diri dengan pengetahuan yang luas seputar Pancasila, sebab mereka akan berhadapan langsung di depan kelas membawakan mata pelajaran ini kepada pelajar dan mahasiswa.

“Hal itu sangat penting, sebab kita ingin anak-anak kita itu mendapatkan pembelajaran soal Pancasila secara utuh,” tegas Guru Besar Universitas Negeri Makassar ini.

Melihat luarbiasanya dampak positif pendidikan Pancasila ini untuk masa depan bangsa, Syarief Hasan mengajak para pemuda pelajar dan mahasiswa Indonesia, agar belajar dengan giat seluruh materi mapel Pancasila yang diajarkan guru dan dosen.  

“Yang kalian harus pahami adalah Pancasila ini adalah modal kita dalam membangun bangsa.  Interaksi, komunikasi, persaudaraan yang kuat terbangun karena Pancasila ini, akan memudahkan bangsa bangkit menuju Indonesia maju dan rakyatnya sejahtera,” pungkasnya. =MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.