Wabah Covid-19 Masih Menghantui di 2022, Tirta Pakuan Siapkan Antisipasinya Lewat Teknologi

Dirut Perumda Tirta Pakuan Rino Indira saat menyampaikan materi dalam kegiatan FGD yang diikuti jajarannya, belum lama ini. IST

BOGOR – Menjelang tahun 2022, wabah Covid-19 dengan varian barunya masih menghantui. Semua badan usaha termasuk Perumda Tirta Pakuan sudah bersiap diri agar bisa terus survive dan memberikan pelayanan terbaiknya untuk pelanggan yang ada di Kota Bogor.
 
 
Dalam mempersiapkan hal tersebut, maka salah satu yang dilakukan Perumda Tirta Pakuan adalah menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menganalisa beban kerja masing-masing departemen.
 
FGD dipimpin langsung Direktur Utama Rino Indira Gusniawan. Dihadiri Direktur Umum Rivelino Rizky, Direktur Teknik Ardani Yusuf, para manager dan asisten manager terkait.
 
Rino Indira mengatakan, jika dirinya memerintahkan para manager dan asisten manager untuk mendelagasikan tugas-tugas secara merata agar semua lini bersinergi, dan memastikan sumber daya manusia di Perumda Tirta Pakuan bekerja secara maksimal dengan beradaptasi terhadap perkembangan  teknologi. 
 
“Ini penting, sebab kedepan  peran teknologi dapat memaksimalkan produktivitas kerja secara merata setiap lini, sekaligus mengurangi biaya kerja,” jelas Rino, kemarin.
 
Masih kata dia, tahun ini jajaran direksi meletakkan fondasi kekuatan perusahaan dengan mengelola management secara baik, melihat kemerataan beban kerja, serta menyatukan pandangan dari para pejabat hingga staff.
 
“Kedepan, saya ingin penanganan kebocoran agar cepat terdeteksi, perbaikan bisa cepat. Jadi tantangan kita ini, salah satunya untuk tetap menjaga kualitas pelayanan. Ada kebutuhan untuk meningkatkan produksi, ada kebutuhan untuk meminimalisir kebocoran air, ada kebutuhan untuk merapihkan data-data pencatatan penggunaan dari pelanggan dan lainnya. Karena itu, di zaman serba canggih ini SDM kita harus mampu mengimbanginya,” tegas Rino.
 
Dan tak lama lagi, sambung Rino, Tirta Pakuan bakal memiliki Command Center dengan 9 layar sehingga pengawasan akan terpusat di satu titik, tidak seperti saat ini dimana tersebar di beberapa lokasi terpisah.
 
“Command Center ini memiliki fasiltas sembilan layar utama, dengan enam layar disampingnya, sehingga kita bisa memonitor langsung terkait produksi, hingga transmisi dan distribusi,” terangnya.
 
Dengan adanya Command Center ini permasalahan terkait air bisa langsung dipantau sehingga ketika terjadi permasalahn bisa langsung diambil tindakan penanganan.
 
“Dan terakhir saya berpesan, agar di tahun depan (2022, red), peningkatan kinerja karyawan Tirta Pakuan harus lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya. Banyak perubahan terutama yang menggunakan teknologi, sehingga kita harus siap dan mengimbanginya agar pelayanan untuk pelanggan kita akan lebih terasa dan maksimal,” imbau Rino.
 
 
Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Ardani Yusuf berharap Comand Center ini bisa segera rampung di akhir tahun.
 
Ia ingin disaat satu tahun jajaran direksi menjabat, ada inovasi dan prestasi yang bisa disampaikan ke publik.
 
“Misalnya dari Command Center ini, bisa jadi dasar langkah program kita, atau solusi saat ada masalah di wilayah, yang kita bisa pantau dan monitor dari sini, mulai dari produksi, transmisi sampai distribusi, lancar atau tidak, kemudian mana saja yang ada masalah, bisa kita pantau langsung dari sini,” papar dia.
 
Dijelaskan Ardani, Command Center ini nantinya akan beroperasi selama 24 jam dengan operator sebanyak empat orang dalam satu shift.
 
“Karyawan eksisting yang akan diberdayakan. Kita berharap ini menunjang program-prohgram kita di tahun depan, penyempuranaan jaringan hingga pembuatan DMA, semua masuk Command Center ini, termasuk kebocoran-kebocoran, kita bisa pantau dari sini,” pungkasnya.=ROY 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.