Viral di Medsos, Polsek Megamendung Tangkap Dua Pelaku Pemalakan

Inilah salah satu pedagang di kawasan Cibogo yang kerap didatangi sejumlah orang untuk diperas dan dimintai Japrem. (Ist)

MEGAMENDUNG – Sejumlah pedagang dikawasan puncak, tepatnya dikawasaan Cibogo, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, menjadi korban pemalakan. Aksi para pelaku yang memaksa meminta Jatah Preman (Japrem) sambil mabuk-mabukan kepada para pedagang itu, sempat viral di jejaring Media Sosial (Medsos). Piha Polres Bogor melalui Polsek Megamendung langsung bergerak cepat paska viralnya video aksi pemalakan tersebut. Dua orang pelaku pemalakan akhirnya ditangkap pihak Polsek Megamendung, diantaranya, berinisial ACN dan RFD.

Keduanya kini diamankan polisi dan dalam pemeriksaan terkait dugaan pemerasan kepada sejumlah pedagang dikawasan puncak Bogor. Kapolsek Megamendung AKP Dedi Hermawan, membenarkan, jika pihaknya sudah mengamankan kedua orang yang viral dalam media sosial terkait dugaan pemerasan.


“Kami ketika mendengar adanya vidio tersebut, langsung bergerak, dan alhamdulillah dua orang terduga inisial ACN dan RFD, sudah kami amankan,” kata Kapolsek Megamendung kepada Pakar.


Dedi menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendalaman dalam kasus tersebut. Bahkan lanjut dia, langkah yang diambilnya untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat khususnya para pedagang. “Saat ini kami sedang melakukan pendalaman terkait dengan motif dan yang lainnya, kepada kedua pelaku. Dan kejadian ini tidak boleh terjadi lagi karena meresahkan masyarakat,” ungkapan.


Sementara itu, Camat Megamendung Acep Sajidin menambahkan, kejadian tersebut tidak boleh terulang kembali diwilayahnya. Oleh karena itu lanjut dia, pihaknya melakukan kordinasi dengan pihak polsek. “Saya kaget liat videonya, dan itu membuat tidak nyaman para pedagang. Makanya kami kordinasi dengan pak kapolsek. Alhamdulillah saat ini informasi yang kami terima sudah diamankan terduga pemalakan,” kata Acep. UJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.