Vaksinasi Pelajar Masih Minim, Pemkab Diminta Hati-hati Gelar PTM

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak hanyut dalam euforia untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Meski mendukung, dia menilai jika masih banyak yang perlu disiapkan dengan matang dalam PTM. Satu yang paling utama adalah soal vaksinasi pelajar yang masih sangat minim di Kabupaten Bogor.

“Jadi saya kira tidak usah terlalu euforia untuk ikut melakukan PTM apabila upaya vaksinasinya belum maksimal. Karena kesehatan dan keselamatan tetap paling utama,” jelasnya dihubungi PAKAR, Rabu (1/9/2021).

Namun begitu, Pria yang akrab disapa AW tersebut tidak menutup mata soal upaya Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah untuk para pelajar tersebut.

Seperti hal nya yang dilaksankan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat. Kata dia, KCD telah sangat baik dalam melaksanakan jemput bola untuk vaksinasi di sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK sebagai salah satu syarat PTM

AW mengaku mengapresiasi langkah KCD tersebut, begitu juga yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang begitu terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi khusus pelajar itu.

Selain vaksinasi, AW meminta pemerintah untuk betul-betul mempersiapkan dengan matang semua kebutuhan sekolah dalam memenuhi protokol kesehatan (prokes).

“Termasuk meminta izin dari Satgas setempat dan persetujuan dari orang tua siswa secara menyeluruh,” tegasnya.

Jika hal-hal tersebut tidak secara maksimal disiapkan, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jawa Barat ini menyarankan agar pemerintah tidak langsung mengambil langkah menggelar PTM. Karena dikhawatirkan akan menjadi klaster penyebaran Covid-19 di sekolah.

“Meskipun demikian, saya tentu berharap anak-anak kita semuanya sehat dan bisa melanjutkan kembali proses belajarnya dengan normal,” tandas AW.

Diketahui, Vaksinasi Covid-19 yang menyasar kepada para pelajar di Kabupaten Bogor masih sangat minim. Menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM), vaksin tersebut baru mencapai tiga persen dari total keseluruhan.

“Untuk pelajar kurang lebih sudah 25 ribu yang divaksin atau baru 3 persen dari total 560 ribu sasaran,” ungkap Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Adang Mulyana.

Namun dia mengaku jika pihaknya terus mengupayakan percepatan vaksinasi untuk pelajar tersebut. Yakni dengan mendistribusikan vaksin ke semua fasyankes yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kalau hanya di Stadion Pakansari, itu hanya digelar satu minggu dua kali dengan satu kali vaksinasi sebanyak 5.000. Tapi kalau di fasyankes, di wilayah, pergerakannya akan lebih dari itu,” jelas Adang.

Sementara untuk kesiapan sekolah,
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, telah mengeluarkan surat edaran (SE) untuk rencana pelaksanaan PTM tersebut di tingkat Paud, SD, dan SMP.

Melalui surat bernomor 421/ -Disdik
tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengeluarkan beberapa poin petunjuk teknis (juknis) yang harus diperhatikan dan dilaksanakan sekolah yang berencana melaksanakan PTM Terbatas pada masa Pandemi Covid-19.

Di antaranya, mempersiapkan toilet bersih dan layak. Sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan disinfektan. Mampu mengakses fasilitas pelayannan kesehatan (Puskesmas, klinik, rumah sakit, dan
lainnya), dan menerapkan area wajib masker kain atau tembus pandang (Faceshild) bagi tenaga pendidik, kependidikan dan peserta didik serta memasang poster atau spanduk tentang
protokol kesehatan di area sekolah.

Selain itu, sekolah juga harus memiliki pengukur suhu tubuh tembak. Menyiapkan masker cadangan untuk warga satuan pendidikan.

“Pada prinsipnya, kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan adalah hal utama yang harus dijaga,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah.=MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.