Usulan Tak Diakomodir Disdik, Achmad Fathoni Tinjau SDN Ciangsana 05

GUNUNGPUTRI – Usulan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di SDN Ciangsana 05 tak kunjung terealisasi, mendapatkan perhatian dari beberapa pihak salah satunya Anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Aleg Dapil) II.

Aleg Dapil II sekaligus Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni melakukan peninjauan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SDN Ciangsana 05, pada Rabu (1/11/2023).

“Saya terima kabar kalau SDN Ciangsana 05 ini sudah sejak tahun lalu mengusulkan pembangunan dua ruang kelas baru (rkb), ruang kantor guru, pengadaan pagar dan ruang kamar mandi, cuci, kakus (MCK). Maka dari itu saya langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sarana dan prasarana pendidikan disini,” katanya kepada Pakar, pada Rabu 1 November 2023.

Bukan hanya itu usulan yang telah diajukan oleh pihak sekolah ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang mendapatkan respon, membuat pihak SDN Ciangsana 05 harus mengatur waktu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dikarenakan minim ruang kelas.

“Karena tidak ada ruang kantor guru, ruang kelas dipakai sementara waktu. Dan saya juga melihat ada 4 ruang kelas disini bagian atapnya sudah kropos dimakan oleh usia, dan pihak sekolah sudah mengajukan usulan ke Disdik tapi sampai sekarang belum ada kabar baik,” ungkapnya.

Ia berharap dalam peninjauan kali ini ke SDN Ciangsana 05 ditahun mendatang Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memprioritaskan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di sekolah ini.

“Saya akan berkoordinasi dengan Disdik dan meminta agar peningkatan Sarpas di SDN Ciangsana segera dimasukan dalam APBD. Dan saya akan terus berkomitmen denganmengawal agar pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di SDN Ciangsana 05 ini segera terpenuhi,” tukasnya.

Sementara itu Kepala SDN Ciangsana 05, Suratmin mengaku bahwa pihaknya sudah sejak dulu mengajukan usulan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

“Di SDN Ciangsana 05 ini ada 400 lebih peserta didik sedangkan baru ada 12 romben dan 2 rombel lainnya digunakan untuk ruang guru dan kantor, artinya sekarang ada 10 ruang kelas. Dan kita sudah mengajukan usulan ke Disdik sudah bertahun-tahun sebelumnya, tapi belum juga ada kabar baik,” keluhnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.