Usulan Revisi Belum Diputuskan, Pemkab Tetap Realisasikan Vaksinasi Sesuai Data BPS

Bupati Bogor Ade Yasin saat memberi sambutan di acara Baznas. (Prayoga | Pakar)

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, akan tetap merealisasikan target vaksinasi sesuai data penduduk yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, yakni 70 persen atau 3,78 juta jiwa dari 5,4 juta penduduk meski hingga saat ini belum ada keputusan dari Pemprov Jabar maupun pusat.

“Ya target kami 70 persen atau 3,78 juta jiwa dari jumlah penduduk 5,4 juta. Bukan 70 persen atau 4,2 juta jiwa dari 5,9 juta penduduk,” ungkap Bupati Ade Yasin, Senin (13/12).

Dia menyebut, capaian target vaksinasi yang diberikan pusat sebanyak 4,2 juta jiwa itu mengacu pada jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2018.

“Pada tahun 2018 memang penduduk kami hampir 6 juta. Tapi kan sekarang tidak sampai itu,” jelas Ade Yasin.

Ade Yasin mengatakan, jika target tersebut diubah, maka wilayahnya sudah bisa berstatus PPKM level satu, karena lebih dari dua juta jiwa di Kabupaten Bogor sudah divaksin.

“Kalau dari target 3,78 juta jiwa, Kabupaten Bogor sudah mencapai itu. Tapi kalau mengacu dari pusat sebanyak 4,2 juta itu baru sekitar 58 persenan. Ya kami harap ini bisa direvisi ya,” kata Ade Yasin.

Sementara, Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani menyebutkan, jumlah penduduk terbaru pihaknya terdata setelah ditemukan berkurangnya penduduk sekitar 500 ribu jiwa selama Pandemi Covid-19.

“Tahun 2019 sekitar 5,9 juta jiwa, hasil sensus penduduk 2020 menurun menjadi 5,4 juta jiwa,” kata Ujang.

Menurutnya, BPS telah memproyeksikan jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2020 sebanyak 6 juta jiwa sesuai asumsi pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun, tapi bukannya bertambah malah berkurang karena pandemi.

“Kita proyeksikan sekitar 6 juta (jiwa) awalnya. Waktu memproyeksikan asumsi pandemi belum diperhitungkan, proyeksi dihitung dua tahun lalu,” terang Ujang.

Meski tak merinci jumlahnya, tapi ia menyebutkan bahwa pengurangan penduduk terjadi karena banyak faktor, mulai dari perpindahan penduduk hingga meninggal dunia.

“Ada juga (warga) yang meninggal dunia, tapi dibanding yang bergerak ke luar Bogor, jauh lebih banyak yang bergerak ke luar Bogor,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan adanya revisi capaian Vaksinasi Covid-19 belum bisa terwujud. Sebab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan pusat hingga saat ini belum memberikan keputusan.

“Kami sudah sampaikan ke Satgas Covid-19 Jawa Barat terkait revisi itu, tapi masih belum ada jawaban,” ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Hadijana. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.