Unida Bogor Kembangkan Media Pembelajaran SD Berbasis AR

Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unida Bogor membahas secara khusus soal pengembangan media pembelajaran SD berbasis Augmented Reality (AR) secara daring. (Dok.UnidaBogor)

CIAWI – Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Djuanda (Unida) Bogor, membahas secara khusus soal pengembangan media pembelajaran SD berbasis Augmented Reality (AR).

Diselenggarakan secara daring, pembahasan tersebut diisi langsung oleh Dekan FKIP Unida Zahra Khusnul Latifah, Dosen FKIP Unida Bogor Resti Yektyastuti, Alumni PGSD FKIP Unida Siti Nur Paridotul, dan para mahasiswa PGSD FKIP Unida Bogor.

“Pelatihan ini diharapkan memberi pembelakan kepada mahasiswa untuk belajar lebih jauh mengenai hal-hal baru dalam media pembelajaran. Peserta diharapkan dapat mengikuti dengan serius sehingga kegiatan ini memberikan manfaat yang banyak bagi mahasiswa,” kata Dekan FKIP Unida Bogor, Zahra Khusnul Latifah dalam keterangan tertulisnya yang diterima PAKAR, Minggu (23/1/2022).

FKIP Unida Bogor sekaligus narasumber, Resti Yektyastuti dalam paparannya menyatakan bahwa penting bagi para calon tenaga pendidik memahami soal copyright dalam perkembangan media pembelajaran SD berbasis AR.

“Jadi untuk menghindari pelanggaran hak cipta dalam pembuatan media pembelajaran, maka harus sama-sama kita pahami bagaimana menghindari copyright itu karena menyangkut hak cipta. Ini penting,” katanya.

Resti menjelaskan, hak cipta merupakan hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin, dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku dan yang dapat dilindungi oleh hak cipta diantaranya buku, kuliah, arsitektur, video, fotografi dan segala jenis bentuk seni rupa.

Namun disamping itu, Resti menyebutkan bahwa ada juga tindakan yang tidak dianggap melanggar aturan dalam hal tersebut. Yakni digunakan untuk keperluan pendidikan, pengadilan, pertunjukan yang tidak dipungut biaya, pusat dokumentasi yang non komersial dan salinan cadangan suatu program komputger oleh pemilik program computer yang dilakukan semata-mata untuk digunakan sendiri.

“Tapi untuk menghindari pelanggaran hak cipta, akan lebih baik jika menggunakan hasil karya sendiri, tidak menggunakan karya orang lain tanpa izin. Karena jika menggunakan karya orang lain harus sebutkan sumber dan unduh sendiri dari laman penyedia karya bebas copyright,” tutur Resti.

Sementara, Alumni PGSD FKIP Unida Bogor, Siti Nur Paridotul R dalam paparan materinya mengenai Augmented Reality menjelaskan bahwa dimana saat ini banyak masyarakat belum tahu mengenai apa itu dan apa fungsi AR.

Dijelaskan Siti, AR adalah teknologi yang menggabungkan konten visual atau maya ke dalam sebuah lingkungan nyata secara real time.

“Ada beberapa pemanfaatan AR seperti untuk pendidikan, engineering, militer dan kesehatan dan tujuan dari AR ini adalah dengan menggunakan teknologi AR dapat meningkatkan persepsi penggunaan informasi yang disampaikan oleh obyek virtual dapat membantu pengguna meningkatkan pengalaman dalam interaksi,” jelas Siti.

Adapun manfaat dan kelebihan dari AR diantaranya AR memberikan para pelajar banyak hal yang baru untuk diexplore karena penggunaan AR semacam simulasi dunia nyata, menciptakan lingkungan belajar yang mengasyikan dan aktif, meningkatkan fokus dan minat siswa dalam belajar, membantu siswa memahami materi yang cukup rumit serta dapat digunakan secara luas diberbagai media.

“Ada beberapa aplikasi untuk penunjang pembelajaran AR diantaranya yaitu ARKit, Layar SDK, Vuforia Engine, Augment, MAKAR dan Assembler App dan Assambler App ini yang akan kita bahas dan pelajari,” tutur Siti. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.