Ungkap Peredaran Tembakau Gorilla, Tiga Pelaku Ditangkap

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dan Wakapolres AKBP Arsal Sahban saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika di halaman Pasar Sukasari, Kamis (29/4/2021). Syarif|Pakar

BOGOR – Polresta Bogor Kota kembali mengungkap kasus home industri narkotika jenis tembakau sintetis atau gorilla di wilayah hukum Polresta Bogor Kota. Dalam kasus tersebut, Sat Narkoba Polresta Bogor Kota berhasil meringkus tiga orang tersangka inisial DR, MRD dan RS.

“Sasaran peredaran gelap narkotika tembakau sintetis tersebut berkisar kepada masyarakat dengan situs online melalui akun Instragam GGOLDENSTUF milik tersangka RS,” ucap Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat konferensi pers di halaman Pasar Sukasari, Kamis (29/4/2021).

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 77 paket dengan jumlah berat sekitar 3.225 Gram atau 3,225 Kilogram Brutto dan narkotika jenis Sabu sebanyak 1 paket dengan berat 0,5 gram.

Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota AKP Agus Susanto menjelaskan, penangkapan berawal dengan meringkus tersangka MRD (22) di Jalan Raya Tajur Kecamatan Bogor Timur, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti satu bungkus plastik klip kecil yang diduga narkotika jenis Sabu.

“Kemudian dilakukan pemeriksaan dan dikembangkan ke rumah kontrakannya yang beralamat di Jalan Tipar Kampung Tipar Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, dikontrakan tersebut yang bersamaan didapati tersangka DR selaku pemesan barang,” jelasnya.

Agus menambahkan, dari tersangka DR, didapat barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis sebanyak 30 bungkus plastik klip berisikan narkotika jenis tembakau sintetis, dengan berat 30 Gram, kemudian dilakukan penggeledahan terhadap kontrakan tersebut dan di temukan barang bukti yang disimpan didalam lemari berupa alat produksi pembuatan narkotika jenis tembakau sintetis.

“Alat produksi ini diantaranya 1 buah alat pres, 3 buah gelas ukur, 1 buah alat pemanas, 2 botol Ethanol, 2 botol Glycero dan 2 bungkus kertas besar serta 11 bungkus narkotika jenis tembakau sintetis yang sudah jadi dan siap edar. Menurut pengakuan tersangka MRD barang-barang tersebut adalah milik kakaknya yang bernama RS,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka ketiga tersangka tersebut dikenakan pasal 114 ayat (2) subsidier pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Permenkes RI No. 04 Tahun 2021 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

“Ancaman hukuman paling singkat 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp1 miliar dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar,” pungkasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.