UNBK SMP Didera Permasalahan Klasik

0
151

BOGOR – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bukanlah produk baru bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Sudah beberapa tahun ke belakang terlaksana, bahkan sebelum SMA/SMK ditarik pengelolaannya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun, setiap kali pelaksanaan tidak pernah bisa lepas dari permasalahan klasik seperti kendala jaringan internet, pasokan listrik dan kekurangan laptop/komputer sebagai perangkat pendukung utama.

Kepala SMPN 1 Cigombong, Wahyudin mengatakan, masih membutuhkan tambahan sekitar 60 unit laptop untuk melaksanakan UNBK dua sesi.

Untuk perangkat, lima ruang kelas digunakan. Masing-masing ruang terdapat 40 unit client dan satu unit server. Sementara untuk menstabilkan arus listrik pihaknya sudah menambah daya menjadi 11.000 watt untuk ruang yang menggunakan komputer dan 5.500 watt untuk ruang yang menggunakan laptop. Selain itu jaringan internet juga sudah dikoordinasikan dengan PT Telkom.

“Awalnya ingin menyelenggarakan UNBK dua sesi, tapi yang diharapkan akan mendapat bantuan laptop sebanyak 60 unit dari Pemkab Bogor ternyata tidak ada kabarnya hingga akhir Maret ini,” ungkapnya, Jumat (29/3/2019).

Wahyudin mengaku sangat berharap mendapat bantuan perangkat laptop, apalagi ada dua sekolah yang menumpang melaksanakan UNBK yaitu SMP PGRI 1 Cigombong dan SMP PGRI 2 Cigombong.

Hanya, dengan semakin mepetnya waktu pelaksanaan UNBK SMP, ia pun memilih melakukan antisipasi. “Ketika batal didistribusikan sudah dilakukan antisipasi dengan meminjam guru atau meminjam SMAN 1 Cigombong, bila perlu kami menyewa,” ucapnya.

Wahyudin juga sudah menyelenggarakan ILC (improvement learning club) kepada peserta didik yang akan melaksanakan UNBK.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadi Wibhawa menekankan agar Dinas Pendidikan bisa mengatasi permasalahan kekurangan laptop untuk menyelenggarakan UNBK. “Pengadaan laptop harus segera diatasi supaya sekolah dapat menerima,” ingin dia.

Politisi PDI Perjuangan ini juga berharap Disdik transparan dan aktif melaporkan progres belanja laptop untuk UNBK. “Sampai sekarang dewan belum mendapat informasi kapan laptop akan turun,” katanya.

Sementara, Wakil Bupati Iwan Setiawan harapkan Disdik Kabupaten Bogor segera merealisasikan belanja laptop UNBK tahun 2019.

Ia tidak ingin anak didik dirugikan akibat keterlambatan belanja UNBK oleh Disdik. “Jadwal UNBK semakin dekat, belanja harus disegerakan,” tukasnya.

IQBAL RUKMANA | PAKAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.