UMKM Kabupaten Bogor Sharing Tips Sukses Hingga Raih Omzet Selangit

Dua owner pelaku UMKM Kabupaten Bogor saat berkunjung ke Radio teman Diskominfo. (Dok Diskominfo)

CIBINONG – Dua tahun lebih dilanda pandemi Covid-19, membuat UMKM Kabupaten Bogor mengalami naik-turun. Namun banyak diantaranya yang mampu bertahan, sukses bangkit, hingga raih omzet yang tinggi.

Dalam program Bicara Dari Bogor edisi Kamis Inspirasi pada Siaran Radio Tegar Beriman 95,3 FM Diskominfo Kabupaten Bogor hadir dua owner UMKM Kabupaten Bogor, ada Khifni Zaenali Albantani asal Kecamatan Klapanunggal (UMKM Madu Albantani) serta Intan Pratiwi asal Kecamatan Tamansari (UMKM Rumah Nahla Food & Beverage).

Keduanya berbagi pengalaman serta pengetahuan tentang kiat-kiat menjadi umkm yang tangguh dan sukses.

“Bisnis madu ini merupakan usaha yang ke sekian kali setelah sekian kali saya jatuh bangun, karena jiwa saya jiwa berwirausaha maka saya akan terus berwirausaha. Untuk madunya sendiri ini saya mencoba memperdalam dari tahun 2005, sedangkan usaha madu ini di mulai tahun 2018. Pada saat pandemi Covid-19 melonjak, disaat hampir semua UMKM mengeluh atas dampaknya justru penjualan madu saya tembus 10 kali lipat dibandingkan hari-hari biasa” ujar Khifni Zaelani Albantani owner UMKM Madu Albantani.

Begitupula dengan UMKM Rumah Nahla, dengan berbagai inovasi dan kreatifitas dari sang owner, UMKM ini menciptakan berbagai produk yang menarik hingga berhasil menjual ribuan produk sehingga meraih omzet yang tinggi.

“Awal mula saya bercita-cita ingin bisa punya banyak karyawan, saya senang kalau rumah itu ramai banyak karyawan. Akhirnya yang saya bisa lakukan untuk banyak karyawan itu yaitu membentuk bisnis yang bermanfaat di sekitar apalagi ibu-ibu, karena saya seorang ibu rumah tangga, dirumah terus, bermulai dari dapur, dan terciptalah produk-produk yang memang benar dari dapur. Kemudian semakin dalam menggeluti bisnis semakin jatuh cinta, karena banyak reseller harus punya keputusan yang di ambil, tidak laku lah, sepi lah, itu tantangannya. Kita tidak bisa lepas dan tidak bisa nyerah justru harus cari solusinya untuk maju terus. Awal mula bisnis tahun 2010 tetapi mulai online nya 4 tahun terakhir ini. Namun sebelumnya saya menjual produk kurma dan melirik temen-temen berjualan online sehingga saya memikirkan apa yang bisa saya jual online tetapi produknya berbeda. Alhamdulillah waktu itu saya launching sambel kurma yang sempat di pamerkan juga di Galeri Ade Yasin dan sebulan itu tembus 10.000 botol. Selain sambel kurma, saya juga menjual kukis unyil, filosofi browni, buko pandan, puding, minuman dan masih banyak lagi,” tegas Intan Pratiwi owner UMKM Rumah Nahla.

Owner Madu Albantanni menceritakan bahwasannya sejak awal memulai usaha madu sampai sekarang belum pernah mengalami kerugian.

“Saya mengatakan itu karena madu itu tidak ada expiration date, madu itu dibutuhkan atau masuk ke semua jenis usia, dari anak-anak sampai orang dewasa pun mereka membutuhkan sehingga bukan produk yang dibutuhkan oleh suatu kalangan tertentu. Untuk para pejuang UMKM mari kita sama-sama bangkit, kita sudah mulai ada titik terang, karena banyak juga jenis-jenis bantuan dari pemerintah, seperti dari dinas-dinas terkait,” pungkas Khifni.

“Intinya mempertahankan bisnis atau menjalankan bisnis itu bukan hanya modal keberanian tapi juga butuh ilmu untuk membesarkan. Jualan kue bukan hanya berjual, tapi harus belajar marketing, belajar fotografi, video, medsos, tiktok dan sebagainya. Akhirnya point penting menjadi pengusaha adalah terus belajar, walaupun kita udah di titik puncak omset target kita, kalau kita gak belajar ya selesai sampai disitu saja. Pebisnis itu tidak boleh berhenti belajar,” closing statement dari Intan Pratiwi menambahkan.

Informasi tambahan untuk masyarakat yang ingin membeli produk UMKM Kabupaten ini dapat menghubungi media sosialnya yaitu @rumahnahlaofficial dan @madualbantani. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.