UMKM Jadi Harapan Pemulihan Ekonomi, Bupati Minta Kualitas Produksi Ditingkatkan

Bupati Bogor, Ade Yasin. Prayoga | Pakar

CIBINONG – Bupati Ade Yasin menilai, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu bagian terpenting dalam upaya pemulihan ekonomi di Kabupaten Bogor.

Dia pun meminta Forum UMKM Kabupaten Bogor berkontribusi dalam meningkatkan kualitas produksi
untuk akserasi pertumbuhan ekonomi.

“Saya berharap forum UMKM bisa memaksimalkan program pemerintah untuk mendongkrak kualitas UMKM kita,” kata Ade Yasin, Minggu (12/9/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi sektor UMKM terhadap serapan tenaga kerja sebesar 25,27 persen atau 592.089 orang dari total 2.342.939 angkatan kerja yang terserap. Namun, pengembangan UMKM masih mengalami banyak persoalan dari mulai legalitas, kemampuan produksi hingga pemasaran.

Ade Yasin berharap beberapa persoalan tersebut bisa segera dicarikan solusi dengan mensinergikan program pemerintah dengan program forum UMKM dan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor.

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas dan memperluas akses UMKM. Contohnya saat diminta membuka Hypermart saya mensyaratkan agar produk lokal Kabupaten Bogor bisa masuk dan mereka setuju,” ujarnya.

Namun, ketika itu terbangun, dari 129 produk yang diajukan pemerintah, hanya 39 produk yang disetujui. Hal tersebut dikarenakan masih ada sejumlah produk yang belum memenuhi standar baik dari aspek legalitas maupun kualitas produk.

“Dan yang bisa masuk juga belum bisa memenuhi permintaan dalam jumlah besar karena sistem pembayarannya tempo, bisa 14 hari baru dibayar. UMKM modalnya terbatas, mereka maunya beli bayar,” jelas Ade Yasin.

Lalu terobosan lainnya adalah dengan mempermudah proses perijinan, sertifikasi halal, dan akses permodalan. Selain itu, pemerintah juga telah membuka akses pemasaran digital dengan menggandeng platform market place alibaba.com untuk memasarkan produk UMKM Kabupaten Bogor.

“Tapi belum banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Padahal kita bayar loh, Rp75 juta pertahun. Karena itu saya minta forum UMKM dan juga Kabekraf untuk mendampingi mereka memanfaatkan fasilitas tersebut,” tandas Ade Yasin.=MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.