Tuntut Perluasan Lahan Pemakaman, Warga Desa Iwul Gelar Aksi Demo

Warga dari Desa Iwul melakukan aksi demo menuntut perluasan lahan makam dan penyediaan sarana PSU dari salah satu pengembang perumahan. (Fahri | Pakar)

PARUNG – Masyarakat Kampung Iwul, Desa Iwul Kecamatan Parung melakukan aksi demo dengan menutup akses jalan penghubung Desa Iwul dan Jabon Mekar.

Dari informasi yang dikumpulkan, aksi tersebut dilakukan karena warga merasa kesal tuntutan adanya perluasan lahan pemakaman dari penyediaan PSU salah satu pengembang perumahan tidak pernah digubris.

“Lokasi pembangunan area perumahan itu berada di RW 02. Kami melakukan aksi ini untuk meminta kebijakan perluasan lahan makam sejak 2018 tak pernah digubris,” kata Zarkasih, selaku koordinator aksi, Selasa (26/1/2021).

Ia menjelaskan, saat ini luas area makam hanya 1.000 meter lebih dan diperlukan adanya perluasan. Karena ke depannya supaya bisa digunakan juga oleh warga perumahan tersebut.

“Sejak tahun 2018 kami sudah layangkan surat permohonan, dan baru dibalas 2021,tapi kami tolak karena sudah tak berlaku dan terlalu lama,” tegasnya.

Selain itu, warga juga meminta agar akses jalan dibuatkan legalitas surat dari perusahaan sehingga jangan sampai nantu diklaim kepemilikannya oleh manajemen perusahaan. Namun, lanjut nya, permohonan itu juga sampai saat ini belum ditanggapi.

Di sisi lain, sambung Zarkasih, akibat proyek perumahan ini ada penyempitan aliran sungai, yang dulu memiliki lebar 4 meter lebih, sekarang hanya tersisa 2 meter. Untuk itu, warga menuntut agar pihak perusahaan menyelesaikan kewajibannya membangun turab (TPT).

“Kalau tuntutan – tuntutan kami belum direalisasikan, maka warga akan kembali melakukan aksi protes, baik secara damai dan keras, dan akan menutup akses jalan sementara,” cetus Zarkasih.

Sementara itu, Kades Iwul Nasim Setiawan menambahkan, dirinya saat ini sedang berkoordinasi dengan DKPP. Terkait aksi demo warga kemarin, Ia mengatakan bahwa kedatangan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya yang belum direalisasi pengembang perumahan.

“Warga meminta adanya perluasan lahan makam, surat legalisasi jalan serta ada pembangunan turab. Katena sampai saat ini beberapa poin itu baru diucapkan secara lisan,” jelasnya.

Nasim menuturkan, saat ini pihak Pemdes Iwul juga sedang melakukan negoisasi dengan pihak pengembang perumahan. Karena, semua masalah itu kembali mencuat akibat adanya giat pengerukan lahan tanpa komunikasi dengan masyarakat.

“Intinya kurang komunikasi, makanya kami hadir untuk menyelesaikan polemik dan kami akan sampaikan aspirasi warga ke pihak pengembang perumahan,” pungkas Nasim.

Dikonfirmasi hal ini, Camat Parung Yudi Santosa mengatakan, pada prinsipnya karena ivestasi usaha perumahan itu berdampingan dengan warga setempat, maka kehadiran perumahan harus berdampak positif terhadap warga.

Camat Parung juga meminta agar pihak pengembang perumahan dan warga masyarakat sekitar dapat melakukan komunikasi yang efektif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul atau yang akan timbul.

“Jangan berjalan sendiri – sendiri dan komunikasikan semua tuntutan dengan baik. Jangan mengambil langkah – langkah yang memperuncing suasana dan jangan bersikukuh dengan keinginan masing-masing. Pasti ada solusi solusi yang bisa diambil untuk menyelesaikan semua masalah ini,” imbau Yudi Santosa. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.