Tuding MNC Tukang Bohong, Warga Ciletuh Gruduk Kantor Desa Wates Jaya

Warga saat mendatangi kantor Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong untuk menagih janji pihak MNC Land Lido. Ujang | Pakar

 
CIGOMBONG – Akibat merasa dibohongi pihak MNC Land Lido terkait perbaikan jalan dan jembatan yang tergenang air akibat lumpur dari pembangunan. Puluhan warga kampung Ciletuh RW 06 Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong mendatangi kantor desa. Mereka menuntut pihak MNC memperbaiki jalan tersebut sehingga bisa digunakan warga.
Kedatangan warga tersebut, didampingi MUSPIKA kecamatan Cigombong dan dihadiri pihak MNC.


“Kejadian ini sejak 2017, dampak dari pembangunan MNC, tapi keluhan kami seolah dipermainkan makanaya kami merasa dibohongi pihak MNC,” Kata Udo (46) salah satu warga yang turut mengungkapkan kekesalan dikantor desa kepada Pakar Online.


Menurut dia, pembagian yang dilakukan pihak MNC seolah hanya asal asalan. Sehingga setiap hujan turun jualan tersebut tidak bisa dilintasi. “Memang pernah diperbaiki, namun karena dinilai asal asalan jadi tidak berpengaruh bahkan  Dibalik pembangunan Lido Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, (KEK), seharusnya berdampak baik kepada kami bukanya kami menderita,” keluhnya.


Firman ketua RW 06 mengaku, jika pihaknya bersama warga sebelum nya sudah melayangkan permohonan izin aksi kepada Polres Bogor. “Kami menghargai muspika, sehingga kami memilih jalur musyawarang dikantor desa,” akunya.


Dia menjelaskankan, keluhan tersebut sudah berjalan dua tahun namun tak kunjung direlaisasikan. Saat musim kemarau saja air menggenang setinggi mata kaki. “Kalau musim kemarau saja setinggi mata kaki, apalagi musim hujan, bisa mencapai 80 cm,” tegasnya.


Dia pun mengancam jika perjanjian yang disepakati di ingkari Pihak MNC, Wawan mengaku akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. “Kami masih menghargai pihak muspika untuk mediasi, tapi ingat jangan seperti yang sudah sudah.. jika diingkari jangan salahkan kami,” tuturnya kesal.


Hal senada juga dikatakan Rahmat  ketua RT 01, menururt dia, warga merasa dibohongi MNC selama ini. “Dia mendatangkan alat berat dengan kontraktornya selama 2 hari, akan tetapi SPK tak kunjung diserahkan kepada kontraktornya. Jelas lah mereka pergi lagi, sudah bebrapa kali terjadi membohongi kami,” ucapnya kesal.


Wawan sekretaris Desa Wates Jaya mengatakan, pihaknya nemapung aspirasi warga yang merasa dirugikan akibat dari proyek MNC. “Luas wilayah desa kami yang masuk MNC lebih dari 200 hektar, karena ada lahan eks perhutani yang masuk lahan MNC,” kata wawan.


Perlu diketahui, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2021 Tentang Kawasan Ekonomi Khusus Lido. Seharusnya berdampak posotif kepada warga. Sementara itu dua orang perwakilan M NC dari bagian Proyek, saat akan dikonfirmasi. Enggan memberikan komentar terkait tuntutan warga. UJG  
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.