Truk Tambang Jadi Kendaraan Utama Kecelakaan Maut di Leuwisadeng, Dishub: Sudah Kami Peringatkan

Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih. IST

CIBINONG – Kecelakaan maut di Tanjakan Cibokor, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor yang menewaskan dua orang, ternyata diawali oleh truk pengangkut material tambang yang melanggar jam operasional.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih membenarkan hal tersebut. Dia mengklaim bahwa sebelum kejadian pihaknya sudah memberikan peringatan kepada sopir truk untuk tidak beroperasi.

“Iya betul dia (sopir truk) melintas di luar jam operasional. Sudah kami ingatkan dan di lapangan pun teman-teman Dishub sudah memutar balik kendaraan di luar jam operasional, tapi ternyata tidak diterima (oleh sopir),” kata Dadang kepada wartawan, Senin (8/1/2024).

Peristiwa kecelakaan maut sendiri diketahui terjadi sekitar pukul 10.20 WIB, Minggu 7 Januari 2024. Sementara berdasarkan aturan jam operasional sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 120 Tahun 2021, truk tambang hanya diperbolehkan melintas mulai pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Dadang pun mengingatkan kepada para sopir truk untuk ikut aturan sesuai dengan Perbup Jam Operasional truk tambang. Sebab selain untuk mengatur jalannya lalu lintas, hal tersebut juga sebagai upaya meminimalisir terjadinya korban kecelakaan.

“Jadi kami minta sopir truk tambang untuk ikut aturan main terkait jam operasional yang telah disepakati bersama,” tegas Dadang.

Sekedar informasi, peristiwa kecelakaan maut di Tanjakan Cibokor, Kecamatan Leuwisadeng yang melibatkan truk tambang tersebut telah memakan empat korban dengan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya kritis. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.