Transformasi DPR RI Menuju Parlemen Modern Adalah Keharusan

Wakil Ketua BURT DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah (memukul gong) didampingi Sekjen DPR RI Indra Iskandar (dua kanan), Deputi Administrasi  DPR RI Sumariyandono (kanan), Kepala Biro Persidangan I DPR RI Suprihatini (dua kiri), Kepala Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI Indra Pahlevi (kiri), Ketua KWP Marlen Sitompul (tiga kiri) dan Sekda Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi (empat kiri) membuka diskusi Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (5/8/2022). Marhadi | Pakar

JAKARTA – Perubahan ke arah yang lebih baik di dalam berbagai bidang kehidupan adalah sebuah keharusan dan keniscayaan. Tidak terkecuali dengan lembaga Dewan Perwakilan Rakyat DPR Republik Indonesia (DPR RI).

Terlebih dengan munculnya harapan dan dorongan atas perwujudan DPR RI sebagai Parlemen Modern semakin kuat dan didiskusikan publik dalam lingkup yang lebih luas.

Meskipun terbilang masih belum terlalu lama, yaitu saat memasuki periode akhir DPR  RI 2009-2014, namun DPR RI sudah memahfumi dan terus menjalankan prinsip-prinsip perubahan menuju ke arah Parlemen Modern dalam menata dan mengelola kinerjanya sebagai lembaga yang memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan juga fungsi pengawasan.

Hal itu pula yang kemudian ditegaskan Bambang Soesatyo saat menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 2014-2019 dalam acara “Orientasi dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Anggota DPR dan DPD RI 2019-2024” di Jakarta, Senin (26/8/2019) lalu.

“Saya berharap anggota DPR RI periode 2019-2024 untuk meneruskan upaya DPR menjadi Parlemen Modern dan terbuka” harap politisi Partai Golkar yang sekarang menjabat Ketua MPR RI ini.

Sepemikiran dan sejalan dengan para pimpinan DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019, maka Puan Maharani sejak dilantik menjadi Ketua DPR RI periode 2019-2024 telah menegaskan ingin mewujudkan parlemen yang modern dan terbuka. Dirinya pun menyatakan komitmen ingin menjadikan DPR sebagai rumah rakyat sesungguhnya.

Hasilnya, DPR RI pun meraih sejumlah penghargaan. Diantaranya sebagai Badan Publik Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021 dari Komisi Informasi Pusat (KIP).

Puan  mengungkapkan apresiasi terhadap pencapaian DPR RI yang berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021 dari Komisi Informasi Pusat (KIP).

Baginya, penghargaan ini menjadi wujud nyata komitmen DPR RI untuk bekerja secara terbuka kepada rakyat. “Agar menjadi Parlemen Modern, kami terus berupaya menjadikan DPR sebagai rumah rakyat yang terbuka dan aspiratif. Ini sebagai bentuk transparansi kami kepada masyarakat,” ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu, Rabu (27/10/2021) lalu.

Ia memahami dukungan masyarakat ikut berperan dalam membangun parlemen yang modern dan terbuka. Oleh karena itu, DPR RI terus berupaya menyampaikan informasi pada setiap kegiatan baik yang sudah maupun sedang berjalan melalui teknologi informasi yang dimiliki DPR RI kepada publik.

“Ada beragam sarana yang kami buat supaya masyarakat dapat mengakses informasi dengan cepat terkait DPR. Kita punya sejumlah platform pelayanan informasi yang memudahkan keterlibatan masyarakat, seperti SILEG, SIAR, SIMAS PUU,” papar Menko PMK periode 2014-2019 itu.

Puan menyebutkan, keterbukaan parlemen merupakan bentuk tanggung jawab DPR sebagai lembaga yang mengusulkan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Ia menekankan setiap aspirasi dan masukan dari masyarakat diterima secara terbuka oleh DPR RI guna mendorong terciptanya partisipasi publik. Hal ini menjadi penting sebagai pembuktian kinerja yang dapat betul-betul dirasakan rakyat.

Ke depan, ia berharap penghargaan sebagai Badan Publik Informatif dari KIP ini akan menambah semangat DPR RI untuk semakin terbuka dalam bekerja. 

“DPR akan selalu menjaga kepercayaan rakyat dan secara terbuka terus menunjukkan kerja keras dan cerdas yang penuh dedikasi tinggi dalam menjalankan fungsi dan peran DPR guna memenuhi aspirasi dan harapan rakyat,” tutup Puan. 

Bagi Puan, penghargaan tersebut menjadi wujud nyata komitmen DPR RI untuk bekerja secara terbuka kepada rakyat.

Sementara Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, dalam mewujudkan cita-cita menjadi Parlemen Modern, bukanlah pekerjaan DPR semata. Selain Sekretariat Jenderal DPR, awak media juga memiliki peran yang tak kalah penting dalam mewujudkan lembaga legislatif yang modern dan transparan.

“Ibarat sebuah tim sepakbola yang terdiri dari kiper, bek, gelandang, stiker, juga butuh dukungan dari supporter. Begitupula DPR RI, butuh dukungan dari media untuk memperkuat kinerjanya mewujudkan parlemen modern,” ucap Dimyati saat membuka diskusi “Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI” di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (5/8/2022).

Di acara yang sama, Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar mengungkapkan target dan tujuan dari parlemen modern adalah agar kinerja masing-masing Anggota DPR RI dapat dengan mudah diketahui konstituennya. Ada beberapa indikator yang harus dipenuhi diantaranya transparansi dan pemanfaatan teknologi informasi.

“Dalam bekerja menjalankan amanat konstitusi dan mengemban aspirasi rakyat ada beberapa indikator diantaranya transparansi, agar media mudah dalam mengemban tugasnya. Kemudian teknologi informasi, agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses apa yang mereka kehendaki,” ucap Indra Iskandar.

Terkait penerapan teknologi informasi (IT), lanjut Indra Iskandar, Setjen DPR RI sudah berkomitmen untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dalam mendukung kinerja kedewanan. Pemanfaatan teknologi informasi ini akan membuka akses dan memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait aktivitas para wakil rakyat.

Sementara Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI, Indra Pahlevi saat menjadi narasumber dalam diskusi tersebut menyatakan, pihaknya yang mempunyai tugas menyelenggarakan dukungan pemberitaan di media cetak dan media sosial, pengelolaan televisi dan radio, serta pengelolaan urusan penerbitan DPR RI akan senantiasa berkolaborasi dengan wartawan dalam mewujudkan Parlemen Modern. 

“Seperti sama-sama kita ketahui, fokus utama dari Parlemen Modern yaitu teknologi informasi, keterbukaaan akses informasi dan fungsi representasi. Untuk itu, DPR RI membuka akses yang seluas-luasnya dengan elemen masyarakat baik langsung maupun melalui teknologi, bahkan di platform media sosial TikTok kita, ada salah satu konten yang view-nya sudah mencapai 16 juta. Hal ini menunjukkan ada engagement yang baik terhadap kinerja-kinerja DPR dalam setiap agendanya,” jelas Indra Pahlevi.

Mantan peneliti Politik Dalam Negeri di Pusat Pengkajian Pengolahan Data dan Informasi (P3DI) Setjen DPR RI ini menambahkan, sebagai perantara hubungan pemerintah dengan rakyat, wartawan lewat medianya masing-maisng dapat membantu menyebarkan informasi yang benar dan baik kepada masyarakat sesuai dengan apa yang terjadi. 

“Meskipun teman-teman wartawan tentunya punya sudut pandang sendiri, tapi harus dipastikan informasi itu tidak terdistorsi karena media sangat bisa memainkan opini, semua tergantung dari media. Kalau membuat opini tentang DPR yang baik untuk masyarakat, pasti masyarakat akan semakin melihat kerja-kerja positif DPR, selain juga tetap perlu masukan, perlu introspeksi dan perlu koreksi,” terang Indra Pahlevi.

Pastinya, sambung Indra Pahlevi, kelembagaan parlemen modern dapat  diwujudkan oleh akses masyarakat dan cara kerja DPR beserta dukungan teknologi informasi digital, serta sarana keorganisasiaan dibelakangnya yang semakin cepat, simultan dalam penanganan tugasnya, serta memiliki dimensi akuntabilitas publik yang kuat.

Menurutnya, rangkaian muatan dari cara kerja Alat Kelengkapan Dewan dan keterlibatan masyarakat di tengah proses politik DPR sangat kuat dicerminkan oleh keinginan sebuah kelembagaan Parlemen Modern. Tidak saja dari sudut teknis sumber daya manusia dan anggaran yang mutlak menyertai persyaratan pembentukannya, tetapi juga dari segi komitmen politik riil dari kekuatan fraksi dari partai-partai yang jelas juga harus saling melengkapi satu sama lain bagi optimalisasi pencapaian harapan terwujudnya Parlemen Modern.

Kalau kedua sudut penguatan kelembagaan parlemen modern tersebut memang benar-benar mampu dipadukan, maka jelas dapat menjadi energi positif yang luar biasa besar bagi DPR sebagai instrumen demokrasi yang bersifat partisipatif dengan segala dukungan perangkat yang menyertainya.

“Pastinya,  transformasi DPR RI menuju Parlemen Modern adalah memang sudah menjadi keharusan dan keniscayaan guna menyikapi semakin  berkembangnya tata kelola di dalam proses politik dan demokrasi di tanah air dan tentunya juga di dunia,” tandas Indra Pahlevi. MARHADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.