Transaksi Narkoba di Bogor, Ditempel di Pohon Tanpa Tatap Muka

Kapolres Bogor, AKBP Harun. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Polres Bogor membongkar modus operandi peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bogor, pasca 10 tersangka ditangkap. Salah satunya yakni dengan sistem tempel di pohon.

Kapolres Bogor, AKBP Harun menjelaskan modus tempel yang dijalankan para pelaku tersebut yakni dengan menandai pohon yang telah disepakati antara pengedar dan pembeli.

Setelah itu, pengedar akan memberi tahu lokasinya agar bisa diambil pelanggan. Transaksi yang dilakukan tidak tatap muka.

“Jadi modus operandinya, barang itu ditempel di pohon yang sudah ditandai,” jelas Harun, Selasa (16/3/2021).

Dalam kasus tersebut, 10 pelaku yang ditangkap merupakan jaringan dari sembilan kasus yang diungkap Polres Bogor.

10 pelaku itu di antaranya MS (43), HK (44), PI (31), RN (31), MR (19), AY (22), MZ (32), SA (25), WE (25) dan FK (22).

Kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 35,5 gram sabu dan 103,17 gram ganja.

Atas perbuatan para pelaku, Polres Bogor menjatuhkan pasal berbeda. Kata Harun, untuk pengedar dan memiliki barang lebih dari 5 gram dikenakan pasal 441 ayat 2 atau 112 ayat 2 UUD nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, atau denda maksimal Rp10 miliar.

“Sedangkan untuk pemakai kita kenakan pasal 114 ayat 1 atau 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara atau denda maksimal Rp8 miliar,” tandas Harun. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.