TPPAS Lulut Nambo Diprediksi Akan Beroperasi Pada 2027

TPPAS Lulut Nambo di Kecamatan Kelapanunggal, Kabupaten Bogor saat masa percobaan. IST

KLAPANUNGGAL – Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengaku belum bisa berbicara secara detail terkait kondisi pembangunan TPPAS Lulut Nambo.

Hal itu dikarenakan, saat ini progresnya baru masuk tahap I dengan kapasitas hanya 100 ton.

Menurutnya, TPPAS Lulut Nambo masih terus berproses hingga saat ini. Adapun persoalan-persoalan yang terjadi itu semua dalam tahap penyelesaian.

“Kalau Bogor kan sedang berproses Nambo untuk Kabupaten Bogor, Depok, Kota Bogor dan Tangerang Selatan (Tangsel),” ucap Bey kepada wartawan saat hadir pada kegiatan hari air dunia, beberapa waktu lalu.

Bey menjelaskan, bahwa progres untuk TPPAS Lulut Nambo yang tahap 1, baru mencapai 100 ton dan belum semuanya selesai.

“Sebetulnya tinggal uji coba dan sudah siap, harus tahun ini untuk tahap satunya bisa berjalan,” ungkapnya.

Namun, tahap dua masih menunggu proses pembangunan hingga dua sampai tiga tahun lagi.

“Belum beroperasi penuh tapi untuk 100 ton kurang dan masih sangat kecil tapi nanti ketika sudah beroperasi mampu menampung dua ribu ton,” cetusnya.

Mungkin setelah ground breaking itu sekitar 2 sampai 3 tahun lagi bisa digunakan seluruhnya untuk TPPAS Lulut Nambo.

Sebelumnya Penjabat (PJ) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Taufiq Budi Santoso sebut perizinan tempat pembuangan dan pengolahan akhir sampah (TPPAS) Lulut Nambo, sudah ditandatangani Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Januari 2024.

“TPPAS Nambo Alhamdulilah tadi saya sudah sampaikan bahwa perizinan oleh KLHK sudah ditandatangani,” kata Taufiq kepada wartawan.

Jadi, menurut Taufiq tinggal memproses bersama Pemda, lembaga lain untuk izin operasionalnya.

“Jadi kalau Nambo tahap pertamanya sudah berdiri dan sudah minimum 50 ton perhari, dan kita sedang upayakan untuk maksimal bisa mendekati 70 ton perhari,” tandasnya. YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.