Tinjau Vaksinasi, Ketum PHRI Apresiasi Pemkot Bogor

BOGOR – Vaksinasi COVID-19 terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kepada berbagai pihak, salah satunya para pelaku usaha perhotelan, restoran dan usaha lainnya. Vaksinasi yang gencar dilakukan mendapat perhatian Ketua Umum (Ketum) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang meninjau pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Pemkot Bogor di Puri Begawan, Jalan Pajajaran, Jumat (12/3/2021).

Ketum PHRI, Hariyadi Sukamdani menanggapi positif langkah Pemkot Bogor yang bergerak cepat dalam melaksanakan program vaksin kepada sejumlah sasaran di Kota Bogor. Apalagi pada pekan terakhir Maret, Pemkot Bogor telah memasukkan sektor pariwisata sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap kedua.

“Saya mendapat informasi untuk pelaku pariwisata di Kota Bogor akan mendapatkan jatah vaksin pada akhir bulan ini. Kami mengapresiasi langkah Pemkot Bogor,” katanya.

Menurutnya, PHRI Pusat hanya mencatat data secara keseluruhan, dengan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar diteruskan di masing-masing Provinsi, hingga ke kota/kabupaten. Dari beberapa laporan yang diterima, terjadi beberapa kendala di daerah mulau dari alokasi vaksin yang masih kurang, hingga jadwal prioritas vaksin kepada lansia yang berbeda-beda.

“Memang dibeberapa daerah menghadapi kendala-kendala, apalagi adanya perubahan bahwa lansia harus di prioritaskan, tentunya menggeser alokasi vaksin. Kita berharap semuanya mendapatkan vaksinasi dengan cepat,” jelasnya.

Kendala lainnya, lanjut Hariyadi, jumlah vaksinator Covid-19 banyak daerah yang terbatas. Sehingga, membuat pelaksanaanya semakin lama. Ia menilai untuk angka secara nasional masyarakat yang sudah vaksin sudah baik.

“Data terakhir dirilis Kemenkes, 7 maret sebanyak 272 ribu yang divaksin. Awal khawatit kekejar atau engga, pemberian vaksinnya. Kalau mau sampai 1 tahun itu kan 500.000 orang per hari, nah kemarjn bisa 272 ribu per hari,” bebernya.

Bahkan, pemerintah pada periode Juni hingga Desember akan menambah alokasi vaksin Covid-19 sebanyak 260 juta dosis vaksin. “Jadi Kemenkes menargetkan 1 juta sampai 1.5 juta orang yang divaksin. Kita cukup yakin. Efeknya apa? semakin cepat divaksin, jika kekebalan bagus ekonomi akan jakan lagi, aktivitas ada lagi,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengungkapkan, program vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor tengah berjalan, dari berbagai kategori sasaran penerima vaksin, salah satunya Pemkot Bogor memprioritaskan karyawan hotel, dan restoran hingga level direksi, serta owner yang tergabung dalam PHRI.

“Vaksinasi yang dilakukan di Kota Bogor mendapat perhatian langsung Ketum PHRI,” ujarnya.

Lanjut Yuno, pelaksanaan vaksin massal pada sektor pariwisata, rencana akan dilakukan akhir Maret 2021. Nanti akan dilakukan di hotel dan restoran yang ada di Kota Bogor. Meski demikian, total yang terdata yang masuk belum sepenuhnya terakomodir secara keseluruhan,” jelasnya.

“Beberapa memang sudah mendapatkan fasilitas vaksin. Yang diusukkan sebanyak 2.600 orang dari PHRI, kebutuhanya 5.000 sebtulnya, memang sudah terfasilitasi, hotel dan restoran terfasilitasi 3.000 orang. baru terserap 2.600, tetapi untuk data destinsi terpisah datanya,” tambahnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.