Tinjau Rumah Warga yang Ambruk, JM Minta Pihak Pemkot Segera Lakukan Perbaikan

BOGOR – Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin bersama Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Said Muhamad Mohan meninjau rumah warga yang ambruk di Kampung Warung Bandrek, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Senin 8 Juli 2024.

Setibanya di lokasi, kedua anggota legislatif ini bertemu pemilik rumah yakni Ujang, dan menanyakan kronologi ambruknya rumah tersebut. Mereka pun kemudian melihat ke berbagai sudut rumah guna memastikan mana saja material bangunan yang rusak.

Seusai meninjau, Jenal Mutaqin mengungkapkan, jika dilihat dari kondisi rumah tersebut memang memprihatinkan dan harus segera diperbaiki guna menghindari adanya korban jiwa maupun jumlah kerugian material yang makin besar.

Anggota Legislatif Kota Bogor tiga periode ini pun menjelaskan, secara mekanisme bantuan sosial itu ada yang terencana dan juga tidak terencana, namun opsi yang pas untuk perbaikan rumah tersebut menggunakan anggaran belanja tidak terduga atau bantuan sosial tidak terencana (BSTT).

“Dinas Perumkim Kota Bogor sudah melihat kondisi rumah Pak Ujang, pihak kelurahan juga sudah memantau dan kami selaku pemangku dari sisi anggaran pun sudah melihat langsung kondisi rumah yang menurut kami itu harus segera di eksekusi atau diperbaiki demi menghindari jatuhnya korban, karena di sini ada 4 orang jiwa yang masih tinggal di rumah tersebut,” ujar Jenal Mutaqin.

Berdasarkan informasi dari pemilik rumah, kata Jenal, bahwa rumah tersebut berdiri sudah lama sekitar tahun 1982, dan selama itu belum pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah, sehingga dengan termakannya usia membuat atap rumahnya rapuh dan ambruk pada Sabtu (6/7) malam lalu.

“Tadi kita tanya ke pemilik rumah katanya kalau tidak hujan mereka masih tetap tinggal di rumah tersebut, tapi kita sarankan untuk tidak tinggal disitu dan lebih baik tinggal sementara di rumah saudaranya, karena untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata pria yang akrab disapa kang JM ini.

Kemudian, JM memaparkan anggaran APBD Kota Bogor 2024 untuk Bantuan Sosial Terencana totalnya sebesar Rp40 miliar, sehingga tidak ada cerita lagi bangunan yang rusak karena bencana maka harus segera diperbaiki oleh pemerintah Kota Bogor. “Ketika ada anggaran yang lebih prioritas, maka APBD harus berpihak,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Said Muhamad Mohan menyampaikan, bahwa program perbaikan rumah itu rutin dan memang sudah ada di Pemerintah Kota Bogor. Namun implementasinya perlu adanya advokasi, sehingga ia berharap unsur pemerintahan bergerak cepat.

“Dengan kondisi rumah seperti itu tidak boleh dimasukkan ke dalam program reguler (RTLH), mau nunggu sampai kapan?. Kita tahu antrean RTLH masih banyak, kita punya porsi anggaran BTT dan kasus-kasus seperti ini harus masuk ke anggaran tersebut, tidak boleh lama, harus segera,” kata Mohan.

Kemudian, lanjut Mohan, kang JM juga hadir secara langsung menghubungi BKAD untuk memastikan berapa lama proses anggaran untuk perbaikannya, dan pihak BKAD menyampaikan sekitar dua minggu.

“Jadi kita menunggu pembuktiannya saja, karena menurut saya ada kesalahan proses penganggaran di BKAD. Harusnya BTT diderek langsung dari BKAD ke penerima manfaat. Tapi sekarang prosesnya diubah dari BKAD dioper ke Dinas Perumkim sehingga harus melakukan perubahan Perwali. Ini yang memakan waktu lama, bahkan sudah ada rumah yang terkena bencana satu tahun tapi tidak diintervensi. Makanya akan kami kawal secara ketat,” tegasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.