Tinjau Pelaksanaan PTM, Dirjen Kemendikbudristek: Sekolah Jangan Memaksakan Kehendak

Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan dan Kerjasama, Dirjen Paud Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Katman, di SMP Negeri 1 Bojonggede, Kabupaten Bogor. Khaerul Umam | Pakar

BOJONGGEDE – Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan dan Kerjasama, Dirjen Paud Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, Katman, melakukan peninjauan langsung proses ujicoba PTM di SMP Negeri 1 Bojonggede, Kabupaten Bogor, Kamis (2/9/2021).

Katman menilai kesiapan sekolah dalam ujicoba PTM di sekolah tersebut secara keseluruhan sudah dalam keadaan baik. Hanya saja, dia meminta pihak sekolah untuk tak hentinya memperhatikan dan memperketat protokol kesehatan.

“Kondisinya sudah cukup mendukung ya, kemudian siswanya juga dari sisi kepatuhan dan ketertiban terhadap protokol kesehatan yang baik, yang punya semangat untuk di PTM. Saya kira walaupun pun sudah berjalan baik, tetapi tetap harus ada ingatan setiap waktu setiap saat agar tetap selalu mematuhi protokol kesehatan,” kata Katman.

Uji coba sendiri dilaksanakan menyusul kebijakan pemerintah yang menurunkan penerapan PPKM menjadi level 3. Menurut Katman, kebijakan tersebut tidak mengartikan bahwa masyarakat bisa secara bebas bepergian tanpa protokol kesehatan.

Khusus di lingkungan sekolah, Katman meminta adanya petugas khusus yang mengawasi jalannya PTM. Untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Di samping itu, Katman menegaskan jika pelaksanaan PTM sekolah harus sudah berdasarkan verifikasi dari tim Satgas Penanganan Covid-19. Sebab, persetujuan tersebut mengacu pada aturan petunjuk teknis (juknis) untuk keamanan saat PTM berlangsung.

“Kalau sekolah mampunya 30 persen PTM ya jangan dipaksakan 50 persen. Semua tergantung kondisinya. Jangan memaksakan,” jelas Katman.

Sementara, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 1 Bojonggede, Tri Rahayu mengatakan, kesiapan pihaknya dalam melaksanakan PTM tidak terlalu berat dilakukan.

Sebab, pada uji coba PTM pertama, pihaknya sudah pernah melakukan semua persiapan. Termasuk sarana dan prasarana pendukung untuk keberlangsungan PTM di tengah Pandemi Covid-19 seperti ini.

“Jadi dari pengalaman sebelumnya, kami wajibkan siswa dan semua yang terlibat di sekolah untuk mencuci tangan sebelum masuk. Membawa hand sanitizer sendiri, dan membawa makanan sendiri. Karena kantin belum kami buka,” kata Tri Rahayu.=MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.