Timpora Imigrasi Kabupaten Cianjur Gelar Rakor Bahas Pencegahan TPPO

CIANJUR – Untuk mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tim pengawasan orang asing (Timpora) Kabupaten Cianjur menggelar rapat koordinasi (Rakor) Selasa sore (25/6/2024) di salah satu hotel di Cianjur. Dalam acara tersebut, Timpora berkesempatan mengukuhkan Desa Binaan Imigrasi (DBI) Cianjur.


Informasi yang berhasil dihimpun, tujuan dari digelarnya rakor tersebut untuk memperkuat dan sinergi penanganan serta pengawasan warga negara asing (WNA). Selain itu untuk menghindari pekerja keluar negri non prosedur agar terhindar dari tindak kejahatan TPPO di wilayah Desa Binaan Imigrasi Cianjur.


Kepala Divisi (Kadiv) Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Barat (Jabar), Yayan Indriana membenarkan jika acara hari ini khusus untuk rapat koordinasi (Rakor) Timpora Kabupaten Cianjur serta pengukuhan Desa Binaan Imigrasi. “Harapannya dengan adanya rakor ini, dapat menjadi sebuah wadah bagaimana kita melakukan kolaborasi, sinkronisasi untuk terciptanya kebersamaan, apalagi terhindar dari TPPO dan WNA yang melanggar hukum terlebih di Cianjur banyak warga negara asing yang menyebar,” tegas Yayan kepada awak media Rabu (26/6/2024).


Hal ini, kata Yayan, perlu penanganan bersama, dimana dalam rapat kali ini membahas TPPO serta terkait warga negara timur tengah yang tersebar di wilayah Kota Bunga Cipanas. “Memang untuk menangani persoalan ini, perlu penanganan bersama, bukan hanya pihak imigrasi tapi ada pihak kepolisian, BIN, Bais, KUA, Kemenag dan TNI jadi kita bersama-sama bisa mengani yang ada di wilayah Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.


Menurutnya, dengan telah dikukuhkannya tiga desa binaan ini dapat mengecek penduduk serta bisa menghindari kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dan pekerja migran non prosedural ke luar negeri. “Desa binaan imigrasi ini, terdiri diantaranya dari Desa Bojongpicung, Desa Sukajaya, Desa Sukarama. Intinya Desa binaan ini, bisa mengedukasi masyarakat, jika bekerja keluar negeri serta memberikan informasi yang terkait warga negara asing (WNA) yang tinggal diwilayahnya,” pungkasnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.