Tim Khusus Pemkab Beri Jaminan Kesehatan Hewan, Lapak Sapi Bima di Bojonggede Berhasil Jual 255 Ekor

Salah satu lapak sapi Bima di Bojonggede, Kabupaten Bogor yang berhasil menjual hewannya hingga 255 Ekor jelang Idul Adha. (Khaerul Umam | Pakar)

BOJONGGEDE – Pembentukan tim khusus pemeriksa kesehatan hewan yang diterjunkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ke lapak-lapak hewan kurban, memberikan berkah bagi pedagang.

Salah satunya dirasakan Mulyadi (43), penjual sapi di lapak hewan kurban Bambu Kuning, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Mulyadi menyebut pemeriksaan kesehatan hewan membantu pihaknya dalam menjual hewan kurban yang sehat dan berkualitas.

Bahkan, semenjak dibuka pada Mei lalu, penjualan sapi di lapaknya mengalami peningkatan signifikan, mencapai 255 ekor.

“Dari sekitar 10 Mei sampai saat ini sudah ada 255 sapi yang terjual. Total yang kami jual itu ada 270 sapi, berarti sisa 15 sapi lagi. Insya Allah di sisa waktu menjelang Idul Adha ini sapi akan terjual habis,” kata Mulyadi, Rabu (12/6/2024).

Ada banyak macam sapi yang dijual di lapaknya tersebut. Mulai sapi asal Bima hingga jenis sapi simental.

Mulyadi menyebut harga kisaran sapi yang dijual beragam. Mulai dari Ro15 juta hingga Rp35 juta sesuai dengan bobot sapi.

“Untuk harga kami buka di harga Rp15 juta dari berat 250 kilo sampe dengan Rp35 juta beratnya sampe dengan 600 atau sampe dengan 610 kilo,” bebernya.

Adapun pembeli sapi yang paling banyak menurutnya berasal dari para pengurus Dewan Kehormatan Masjid (DKM).

Karena peningkatan itu, dia optimis penjualan sapi di lapaknya jauh lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk pembeli dari DKM masjid maupun pribadi yang membeli sapi kurban. Tahun ini lebih bagus lebih dibanding tahun lalu. Saat ini kondisinya seperti 2022,” paparnya.

Sementara, Pj Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengatakan jika tim khusus yang diterjunkan ke lapak-lapak itu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan yang akan dikonsumsi pada perayaan Idul Adha.

“Tim ini disebar, memeriksa setiap lapak hewan. Intinya kami ingin pastikan semua hewan yang dijual untuk Idul Adha dalam kondisi sehat,” jelas Asmawa.

Terpisah, Sub Koordinator Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) pada Diskanak Kabupaten Bogor, Hardi Hendriwan mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan yang dilaksanakan
sejak 16 Mei 2024 itu dilakukan bersama dengan IPB University.

“Kami laksanakan H-30 atau pada 16 Mei 2024. Ini kami laksanakan untuk mengantisipasi penyakit-penyakit yang dapat menyerang hewan, seperti Penyakit Kaki dan Mulut (PMK) serta antraks,” jelas Hardi.

Menurut Hardi, pemeriksaan kesehatan hewan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan pemerintah terutama pada momen Idul Adha. Sebab, PMK yang kerap menyerang hewan berkaki empat ini belum sepenuhnya dinyatakan hilang dari Indonesia.

“Karena penyakit antraks dan PMK belum sepenuhnya dinyatakan bebas oleh Pemerintah RI, maka vaksinasi dilakukan dan harus selesai H-14. Hal ini untuk menghindari efek vaksin saat pemotongan hewan,” tegasnya.

Untuk pemeriksaan kesehatan hewan di ratusan lapak dagang, sebanyak 67 petugas Diskanak dan dibantu oleh 100 mahasiswa IPB.

Kata Hardi, Pemkab Bogor juga telah menyiapkan tujuh posko, satu posko utama di kantor Diskanak dan enam lainnya di masing-masing Puskeswan.

“Selain itu, kami juga akan melatih kader-kader pemotong hewan kurban dari DKM, MUI, atau tokoh masyarakat yang biasa melakukan pemotongan. Total peserta pelatihan sebanyak 80 orang,” beber Hardi. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.