Tidak Diizinkan Orangtua, 200 Siswa Tak Ikuti PTM di Citereup

CITEUREUP – Tidak ada izin dari orang tua, 200 Siswa tidak mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Tahap I di SMA N 1 Citeureup, Kabupaten Bogor. Pasalnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap I ini telah dimulai Senin, 15 Maret 2021 dini hari. Dengan terdiri 7 sekolahan yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Wakil Kepala SMAN 1 Citeureup, E. Misbach Kurniawan mengatakan pelaksanaan Penerapan Tatap Muka (PTM) hari ini sudah dilaksanakan di SMA N 1 Citeureu.

“Penerapan PTM sudah dilaksanakan dengan seluruh 147 siswa yang mengikuti di SMA N 1 Citeureup yang diberlakukan untuk seluruh kelas XII dengan dibagi menjadi 10 kelas, lalu 1 kelasnya maksimal 18 orang,” jelasnya.

Namun dirinya menyayangkan sekitar 390 siswa lebih di SMAN 1 Citeureup untuk kelas XII, yang dapat mengikuti Penerapan Tatap Muka (PTM) disekolahnya hanya 147 orang yang hadir. “Berarti bisa dikatakan sekitar 200 siswa lebih yang tidak menghadiri Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMA N 1 Citeureup,” akunya kepada pakuanraya.com.

E. Misbach Kurniawan menambahkan bahwa penerapan protkes pun sudah kita terapkan dari awal pembelajaran, dan sudah kita edukasikan kepada siswa untuk menerapkan protkes. “Lalu dari sebelum berangkat sekolah, kita anjurkan kepada murid untuk membawa handsandtizer, dengan membawa perlengkapan sendiri, dan setelah sampai disekolah kami sudah menyiapkan protkes dengan diawali pengecekan suhu tubuh, kemudian pencatatan, lalu diarahkan untuk mencuci tangan, lanjut diarahkan ke setiap kelas masing masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Murid SMA N 1 Citeureup, Zaki mengatakan dirinya baru pertama kali merasakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama 1 tahun belakangan ini.“Yah saya merasakan senang sekali bisa masuk pertama kali sekolah, walaupun tidak semuanya yang bisa merasakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.