Tertuang Dalam RTRW, Pemkab Bogor Akan Kembangkan Kawasan Peruntukkan Industri

Ilustrasi draf rancangan peraturan daerah. IST

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, berencana mengembangkan kawasan peruntukkan industri (KPI) yang kini jumlahnya terbatas.

Tertuang dalam rencana revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Pemkab Bogor akan memaksimalkan setiap potensi tersebut agar lebih maksimal.

“Kita sangat selektif sekali untuk mengembangkan kawasan industri walaupun telah direncanakan untuk bertambah. Tetapi kita saat ini lebih pada bagaimana mengamankan kawasan industri yang sudah tumbuh agar terkondisi dengan baik,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, Selasa (25/10/2022).

Tak hanya itu, menurutnya, sektor industri juga merupakan salah satu solusi paling cepat pemerintah untuk membangkitkan ekonomi yang merosot akibat Pandemi Covid-19.

“Namun kita juga nggak mau gegabah karena khawatir kalau semua dibuka, kondisi alam di Kabupaten Bogor akan rusak. Sehingga kita sangat selektif untuk membuka kawasan industri,” paparnya.

Jika zona industri di Kabupaten Bogor akan dikembangkan, Suryanto berharap kedepanya Pemkab Bogor dapat sekektif memilih investor yang akan berinvestasi.

“Kita harus sangat selektif jika membuka kawasan industri. Kalau pun ada kita inginkan industri yang high teknologi,” jelas Suryanto.

Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor Dace Supriadi menyebutkan, jika banyak investor yang ingin masuk ke Bogor tetapi terhadang oleh lahan yang terbatas untuk kawasan industri.

“Karena kalau industri kita memiliki kawasan berbeda dengan Bekasi atau Karawang yang memiliki banyak kawasan industri, sehingga laju investasi disana sangat tinggi,” paparnya.

“Kalau di Kabupaten Bogor kawasan industrinya sedikit seperti Bogorindo itupun sudah penuh, lalu Menara Permai Cileungsi juga sudah habis. Tinggal dibelakang Indosement yang masih ada lahan atau kapling, karena yang lainnya merupakan Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Beda dengan kawasan industri, kalau kawasan industri satu hamparan bisa pabrik semua sedangkan KPI bercampur dengan pemukiman,” sambung Dace. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.