Tertinggi Nomor Satu, 32.667 Warga Bogor Tinggal di Luar Domisili Terancam Dinonaktifkan

Ilustrasi KTP elektronik. (Ist)

CIBINONG – Pemerintah mengaku Kabupaten Bogor menjadi salah satu Daerah urutan pertama dengan 32.667 NIK (nomor induk kependudukan) warga Bogor yang tinggal luar domisili daerah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, Hadijana bahwa sebelumnya dirinya melakukan pembahasan bersama PJ Gubernur DKI Jakarta.

“Kita sempat membahas itu karena tentang kebijakan DKI me-nonaktifkan NIK Jakarta, karena salah satunya mereka (masyarakat) itu tidak bertempat tinggal disitu sudah tidak bertempat tinggal di Jakarta dan sudah bukan warga Jakarta tapi masih ber-ktp Jakarta,” katanya.

Ia menyebut bahwa Kabupaten Bogor ada sebanyak 32.667 otang ber-tempat tinggal di Bogor.

“Untuk kabupaten bogor terakhir 32.667 orang (warga luar bogor) mereka itu sudah bertempat tinggal di Bogor. Dan Kabupaten Bogor menjadi data paling besar, yang diantaranya pertama Kabupaten Bogor, kedua Kota Depok, ketiga Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Tanggerang Selatan, Kota Tanggerang, Kabupaten Tanggerang, Karawang, Kota Bogor dan Tegal,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa data terakhir daerah Tegal tercatat ada sebanyak 1.459 warga telah memiliki NIK.

“Tegal saja yang renking paling bawah yakni urutan 10 ada sebanyak 1.459 warga. Nah kita sekarang paling banyak dengan angka 32.667 warga Bogor yang tinggal luar domisili daerah,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.