Terseret Banjir 3 Kilometer, Ini Penuturan Satu Keluarga Korban Selamat dari Maut

Suhani (28), salah satu korban selamat dari maut yang terseret sejauh 3 kilometer ketika terjadi banjir bandang di wilayah Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, saat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Jefry | Pakar

LEUWILIANG – Untung tak Dapat diraih, malang tak dapat ditolak, begitulah kira kira yang baru saja di alami Ahmad Apandi (33 tahun) bersama istri (Suhani 28 thn) beserta putranya Repta (12 tahun) warga Kampung Cisarua RT 01/RW 06, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, yang terseret Banjir Bandang Sungai Cianteun sejauh 3 kilometer yang terjadi pada Rabu pukul 17:30 wib sore hari.

Dikisahkan Ahmad Apandi ( korban banjir), pada Rabu (22/06/2022) pukul 17:30 wib sore, ia sedang bercengkrama bersama anak dan istrinya di dalam rumah, sedangkan cuaca diluar saat itu sedang hujan deras.

“Lalu tiba tiba terdengar suara bergemuruh yang berasal dari aliran sungai yang ada didepan rumah saya. Belum sempat melihat keluar rumah, tak ayal lagi, kami bertiga langsung terseret banjir bersama bangunan rumah kami yang saat itu juga terbawa hanyut,” kata Ahmad Apandi korban banjir Bandang Sungai Cianteun yang selamat bersama anak dan istrinya kepada Pakar Online.

Masih kata Ahmad Apandi, berdasarkan pengalaman, musibah banjir sungai Cianteun yang terjadi kali ini, begitu dasyat. “Banjir yang terjadi kali ini benar benar sangat dasyat, tidak seperti di tahun tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Ahmad Apandi yang masih Syok berat dengan terbata bata menambahkan, pada saat terseret banjir, ia bersama istri dan anaknya terpisah hingga sejauh 1 kilometer. “Saat itu saya tidak ingat apa apa, dan baru sadar ketika tim Tanggap Bencana (Tagana) dan Tim SAR gabungan bersama warga mengangkat tubuh saya yang terjepit dahan pohon di tengah aliran sungai yang penuh dengan lumpur. Alhamdulilah Alloh swt masih memberikan saya, istri dan anak saya umur panjang dan selamat dari maut,” sedihnya.

Asep Sekretaris Desa Purasari menjelaskan, kejadian banjir bandang aliran Sungai Cianteun disertai Longsornya bantaran sungai, terjadi pada Rabu pukul 17:30 sore hari menjelang magrib. “Saat itu kawasan Desa Purasari dan Kampung Cisarua sedang diguyur hujan deras”,ungkapnya.

Masih kata Asep, kurang lebih 100 rumah warga alami rusak baik rusak sedang maupun rusak berat akibat dihantam banjir Sungai Cianteun yang saat kejadian masuk pemukiman warga RW 06. “Sedangkan untuk 7 rumah warga, termasuk rumah pak Ahmad Apandi, hilang hanyut terseret banjir,” bebernya.

Kini kondisi Ahmad Apandi bersama istri dan anaknya sambung Sekde, semuanya selamat, dan ditemukandengan jarak yang cukup jauh. “Lokasi pa Apandi ditemukan sejauh 3 kilometer dari rumahnya, bu Suhani sejarak 2 kilometer dari rumahnya, begitupun Repta putranya ditemukan sejauh 2,5 kilometer. Kini kondisi ketiganya selamat hanya mengalami memar dan lecet lecet saja,” terangnya.

Saat ini, ratusan Kepala Keluarga (KK) warga RW 06 yang terdampak bencana sudah mengungsi ke tenda tenda darurat maupun ke rumah sanak familinya di RW 05. “Alhamdulilah ratusan warga korban bencana Banjir Bandang Sungai Cianteun yang berada di RW 06, semuanya sudah di ungsikan kelokasi aman dan sudah menempati tenda tenda darurat bantuan BPBD Kabupaten Bogor,” pungkasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.