Terpapar Kutu, Satu Kampung di Babakan Madang Terjangkit Kupret

0
398

BOGOR – Fakta mengejutkan didapati mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Depok yang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Diketahui bahwa sebagian masyarakat di RW 05 Kampung Garungsang, Desa Bojong Koneng, terjangkit penyakit scabies (gudig) atau dikenal “kupret”. Bahkan, terdapat satu keluarga yang terkena penyakit akibat terpapar kutu atau tungau tersebut.

“Dengan fakta tersebut tim pengabdian masyarakat Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI Depok, tergerak untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut,” ujar mahasiswi, Nurusysyarifah Aliyyah, melalui keterangan tertulis yang diterima pakuanraya.com, Minggu (18/11/2018).

Upaya yang dilakukan, jelas dia, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Program Ipteks bagi Masyarakat.

Adapun tema yang diusung, “Penurunan Kejadian Penyakit Scabies Melalui Peningkatan Pengetahuan Higiene Perorangan dan Sanitasi Lingkungan”.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di aula kantor Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Sabtu (17/11/2018.

Sosialisasi dihadiri perangkat desa setempat dari mulai tingkat RT dan RW, kader kesehatan serta masyarakat RT 01,02, 05 RW 05.

Pada kesempatan tersebut dihadirkan tiga narasumber yakni dari Puskesmas Cijayanti, dan tim pengabdian masyarakat Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI Depok.

Nurusysyarifah Aliyyah pun berharap setelah mengikuti sosialisasi, masyarakat tidak sekadar paham, tapi juga mengimplementasikan hal-hal positif agar penularan penyakit scabies dapat dicegah.

“Tidak hanya pengetahuan yang bertambah, namun diharapkan pula perilaku masyarakat dapat berubah ke arah perilaku hidup yang lebih bersih dan sehat, sehingga penularan penyakit scabies ke depannya dapat dicegah. Seperti motto kesehatan masyarakat yaitu “lebih baik mencegah (preventif dan promotif) dari pada mengobati”,” paparnya.

Mahasiswi FKM UI Depok, Okky Assetya Pratiwi melanjutkan, penyakit kupret atau scabies ini merupakan penyakit kulit dan kelamin yang menular.

Menular dapat dengan kontak langsung kulit dengan penderita, maupun kontak melalui peralatan yang digunakan bersama dalam keluarga seperti handuk, pakaian, dan alas tidur atau kasur yang jarang dibersihkan.

“Maka itu, kita harus hati-hati,” imbaunya.

Sementara, Staf Bidang Promosi Puskesmas Cijayanti, Sri Agustini mengungkapkan, penyakit kupret bisa dicegah dengan mencerminkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Penyakit ini mudah untuk diobati, mudah untuk dicegah, asalkan masyarakat mau untuk mencerminkan PHBS,” ujarnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.