Terlibat Prostitusi Online, 8 Remaja Diamankan Satpol PP Leuwisadeng

LEUWISADENG – Sebanyak 8 remaja diamankan Satua Polisi Pamong Praja (Satpol PP) disebuah rumah kontrakan di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.Dari 8 orang tersebut, 4 diantaranya wanita yang menjadi Pekerja Seks Komersil (PSK), para PSK menjajakan dirinya melalui aplikasi Michat, hingga aksinya terendus warga sekitar.

“Awalnya dilakukan penggerebekan oleh warga setempat bersama ketua RW, karena merasa curiga kontrakan tersebut sering di kunjungi oleh para pemuda,” kata Kanit Satpol PP Kecamatan Leuwisadeng Cecep Tarmizi.

Kata dia, ada delapan orang yang diamankan pihaknya diantaranya 4 perempuan dan 4 laki laki. Setelah di Lakukan pendalaman oleh Anggota Polsek Leuwiliang ke 8 Orang ini bekerja kepada Mucikari.

“Pas penggerebekan memang sudah beres para pelaku pasangan ini melakukan perbuatannya. Ke delapan orang ini sempat di amankan di kantor Desa Sibanteng sebelum di bawa ke Kantor Kecamatan,” ujarnya.

Dia membeberkan, dalam interogasinya itu dari delapan orang, empat orang beralasan hanya mau meminta pekerjaan ke pelaku mucikari. Salah satunya wanita yang dibawah umur berusia 14 tahun merupakan Asisten Rumah Tangga (ART).

“Ada satu orang berinisial N sebagai Admin namun kabur dengan alasan mau menjemput mucikari berinisial R (30), pinjam motor temannya itu akhirnya motor itu juga di bawa kabur,” bebernya.

Mucikari pasangan suami istri berinisial R dan H merupakan warga Cipining, Kecamatan Cigudeg dan baru mengontrak satu bulan di Sibanteng. Sementara kedelapan orang hanya diberikan arahan dan pembinaan. Orang tuanya dari tiga perempuan tersebut pada datang ke kantor dan akan melakukan pembinaan di rumahnya.

“Kami berikan pembinaan dan menghimbau serta membuat pernyataan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya, kalau mereka mengulang perbuatannya lagi akan kita tindak ke Dinsos,” pungkasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.