Terhambat Tata Ruang, Tiga Perguruan Tinggi Gagal Dibangun di Wilayah Timur Kabupaten Bogor

Anggota Legislatif Dapil II DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar. Age | Pakar

SUKAMAKMUR – Usai dikabarkan adanya tiga Universitas perguruan tinggi gagal dibangun, anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) II mendesak Ketua DPRD Kabupaten Bogor untuk merevisi tata ruang di wilayah Bogor Timur, Rabu (6/9/2023).

Anggota Legislatif Dapil II, Beben Suhendar mengatakan bahwa tiga perguruan tinggi tersebut terdiri dari UPN (Universitas Pembangunan Nasional Peteran), Institusi Pertanian Bogor (IPB), dan Perguruan Tinggi Al-Azar.

“Jadi ada tiga perguruan tinggi ini gagal dibangun karena terkendala kaitan
dengan tata ruang. Makanya nanti saya bulan Oktober akan mendesak Ketua DPRD untuk segera memproses perubahan tata ruangnya,” kata Politisi Fraksi Gerindra tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa UPN sudah memiliki lahan seluas 30 hektar dan Perguruan Tinggi Al Azar juga sudah memiliki lahan di wilayah Kecamatan Tanjungsari, namun kedua perguruan tinggi tersebut terkendala dengan tata ruang.

“UPN dan Al-Azar sudah mau membangun perguruan tinggi di Tanjungsari tetapi terkendala dengan tata ruang, sama hal seperti IPB yang ingin membangun di Jonggol dengan luas lahan 256 hektar tetapi ga bisa dibangun karena tata ruangnya tidak memungkinkan,” ungkapnya.

Maka dari itu dirinya yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor dalam waktu dekat akan mengirimkan surat permohonan untuk merubah Program Pembentukan Peraturan Daerah yang selanjutnya (Propemperda).

“Nah bupati pada awal awal tahun kita sudah mengirim surat ke DPRD untuk merubah promperda dan di bulan Oktober 2023 ini insyaallah saya akan meminta ke Ketua DPRD agar merevisi RTRW (Rancangan Tata Ruang Wilayah) agar busa dipansuskan tahun ini, supaya Kabupaten Bogor wilayah Timur ini dapat mempunyai perguruan tiga serta tiga perguruan tinggi ini bisa dibangun,” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.