Tercemar Limbah, Warga Tetap Lakukan Sedekah di Sungai Cikaniki

NANGGUNG – Perayaan sedekah Sungai Cikaniki di Kampung Jatake Nutug, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Disambut antusias masyarakat, meskipun sungai tersebut sudah tercemar limbah tambang.

Meskipun aliran Sungai Cikaniki tersebut sudah tercemar limbah tambang, akan tetapi warga sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, mengingat kegiatan tersebut sudah dilaksanakan turun temurun.

“Hingga saat ini tidak ada perbedaan seperti dulu. Hanya perbedaannya sekarang itu lebih ada penampilan kesenian, dan kalo dulu kita ngambil ikan, sekarang kita melepaskan ikan. Karena sungainya sudah mulai tercemar,” ujar ketua panitia acara, Yosep.

Dia menyebut, di setiap tahunnya, tidak akan melepaskan adat istiadat yang sudah lama ada. Namun ada pula yang hilang, seperti biasanya dalam syukuran ini warga dapat mengambil ikan di sungai cikaniki tersebut.

“Sudah sejak ratusan tahun sedekah cai Cikaniki terus di pertahankan sampai sekarang ini. Kita melakukan kegiatan diantaranya ritual adat, makan bersama, pentas seni, pelepasan ikan dan bersih-bersih sungai,” paparnya.

Kasepuhan Janut mencoba untuk mengembalikan sungai cikaniki seperti dulu agar sungai cikaniki banyak ikannya lagi. “Saya berharap kedepan bisa lebih meriah lagi dan budaya ini tetap terjaga dan alamnya tetap lestari. Dengan melestarikan budaya menjaga alam,” bebernya.

Di tempat yang sama, Sesepuh Kampung Janut Ade Goler menjelaskan, dirinya yang merupakan generasi keenam yang menerusi kegiatan serta tradisi yang sudah dilaksanakan oleh nenek moyang meminta agar kegiatan tersebut selalu dilaksanakan.

“Ini kita syukuran karena kita sudah diberikan kesuburan. Karena ini tradisi warisan dari leluhur yang sudah ratusan tahun, dan Abah generasi ke 6 yang meneruskan dari bapak, kakek dan seterusnya,” jelasnya.

Kata dia, acara tradisi adat dikampung Jatake Nutug sebetulnya banyak, selain sedekah cai yang dilaksanakan setahun sekali setiap bulan hapit. Ada juga seren tahun yang setiap bulan Muharram.

Menurutnya, sumber air sangat penting sebab membantu memenuhi kebutuhan juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Disamping kita syukuran. Karena sumber air ini sangat penting, kita butuh air baik untuk minum, mandi maupun untuk mengairi persawahan, sehingga harus kita syukuri,” katanya.

Dia juga sangat mengapresiasi, karena acara adat tersebut sangat meriah dan sangat bangga dengan munculnya anak-anak muda yang mendukung warisan budaya tersebut.”Kedepan ingin lebih meriah lagi dukungannya dari anak anak muda. Abah menitipkan ke anak-anak dan cucu yang masih memegang tradisi,” pungkasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.