Tepati Janji, Pemkab Bogor Bangun Rumah Arya Siswa SMK yang Tewas Ditebas Sajam

Gambar tangkapan layar instagram Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan soal pembangunan rumah almarhum Arya Saputra. IST

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menepati janjinya untuk membangun rumah almarhum Arya Saputra, siswa SMK yang tewas ditebas senjata tajam oleh siswa dari sekolah lain di Jalan Raya Bogor-Jakarta, Kota Bogor, beberapa waktu lalu.

Janji yang dilaksanakan Pemkab Bogor tersebut diketahui melebihi apa yang diucapkan Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan. Saat mengunjungi rumah Arya di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor saat itu, Iwan mengatakan jika pihaknya akan merenovasi atau memperbaiki kondisi rumah almarhum.

Namun saat ini, Iwan meminta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor untuk membangunkan rumah Arya secara total alias mulai dari nol.

“Awalnya, rumah yang ditinggalinya semasa hidup hanya akan direnovasi, nyatanya harus dibangun dari nol. Alasannya demi keselamatan karena rumah sebelumnya tidak memiliki pondasi,” kata Iwan, dikutip dari instagram resminya, @iwansetiawan.70, Minggu (26/3/2023).

Dia pun menargetkan jika pembangunan rumah Arya tersebut selesai dalam waktu dua bulan ke depan.

“Petugas dari DPKPP Kabupaten Bogor terus mengerjakan pembangunan rumah Arya. Targetnya sekitar dua bulan bisa selesai,” jelas Iwan.

Iwan mengaku, pembangunan rumah Arya Saputra ini merupakan bentuk upaya Pemkab Bogor dalam menggapai cita-cita yang ingin merenovasi rumahnya yang sudah mulai rusak saat nanti dirinya sudah bekerja.

Namun, umur Arya Saputra hanya sampai di bangku sekolah SMK kelas X. Arya meninggalkan duka dan cita-cita bagi keluarganya.

Diketahui sebelumnya, orang tua angkat Arya Saputra, Ruja’i menceritakan bahwa Arya memiliki cita-cita besar di tengah kondisi keluarga yang serba pas-pasan.

“Dia pengen jadi insinyur atau arsitek. Saya sampaikan, terserah kamu. Bahkan, dia itu ingin membangun rumah ini. Kata dia “Kalau dede kerja nanti, biarin dede yang bangun rumah ini”,” ungkap Ruja’i.

Bahkan, dua hari sebelum meninggal, Arya bercita-cita ingin membelikan mobil untuk keluarga saat ia bekerja nanti.

“Saya kan antar ke ibunya, dia nyender di mobil orang, kata ibunya “dek, itu mobil orang”. Kata dia “ah dede mah nanti juga mau beli” itu kata terakhir dia, dua hari terakhir,” papar dia.

Perilaku dia terhadap keluarga dan kerabatnya, membuat keluarga Ruja’i semakin sayang terhadap anak angkatnya itu.

“Kita sayang, ibu angkatnya apalagi. Adek dan kakak angkat dia pun sangat sayang terhadap Arya,” kata Ruja’i. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.